Graal Minta Antisipasi Dini Lonjakan Penumpang Idulfitri di Maluku Utara

  • 10 Mar 2026 07:45 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, R. Graal Taliawo, meminta otoritas transportasi dan pengelola pelabuhan untuk segera melakukan langkah antisipasi dini menghadapi lonjakan penumpang menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Ia menekankan bahwa instansi di bidang perhubungan, khususnya di Maluku Utara, harus serius mempersiapkan berbagai skenario untuk mengatasi peningkatan mobilitas masyarakat pada masa libur Lebaran.

Menurut Graal, lonjakan penumpang saat musim mudik merupakan fenomena yang terjadi setiap tahun. "Karena itu, pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya seharusnya menjadi pelajaran bagi seluruh pihak terkait untuk menyiapkan sistem pengaturan penumpang yang lebih baik. Sehingga masyarakat dapat pulang kampung dengan aman, tertib, dan nyaman," ucap anggota Komite II itu.

Graal menegaskan pentingnya mitigasi alur penumpang serta pengawasan ketat terhadap sistem tiket untuk mencegah praktik penumpang gelap. Ia menilai penegakan aturan ini sangat krusial demi menjaga keselamatan perjalanan laut, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara.

Ia juga meminta perhatian khusus dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) agar memastikan setiap kapal yang beroperasi dalam kondisi aman dan layak berlayar. "Setiap penumpang harus tercatat resmi melalui tiket, sehingga tidak ada lagi praktik pembelian tiket secara sembunyi-sembunyi ataupun penumpang tanpa identitas yang jelas," kata Graal, saat dikonfirmasi RRI, Senin malam, 9 Maret 2026.

Menurutnya, praktik penumpang gelap tidak boleh lagi terjadi karena sangat berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Graal kembali menegaskan bahwa seluruh instansi yang terlibat dalam pengelolaan transportasi laut harus bekerja maksimal untuk memastikan perjalanan masyarakat selama libur Lebaran berlangsung aman dan tertib.

Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi kunci penting dalam memastikan kelancaran arus mudik. Mulai dari pengelola pelabuhan, otoritas pelayaran, hingga operator kapal penumpang.

Selain aspek operasional, Graal juga menyoroti kondisi fasilitas publik di sejumlah pelabuhan yang dinilai masih memerlukan banyak perbaikan. Hal ini ia sampaikan setelah melakukan kunjungan langsung ke Pelabuhan Bastiong dan Pelabuhan Ahmad Yani beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya, ia menemukan berbagai catatan terkait fasilitas ruang tunggu penumpang yang belum memadai. Kondisi tersebut dinilai perlu segera diperbaiki agar masyarakat yang melakukan perjalanan laut dapat menunggu keberangkatan dengan lebih nyaman.

Graal meminta PT Pelindo sebagai pengelola pelabuhan untuk segera melakukan pembenahan fasilitas, terutama menjelang musim mudik Lebaran. "Pelayanan publik di pelabuhan harus sebanding dengan biaya yang telah dibayarkan masyarakat melalui tiket maupun retribusi pelabuhan," ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi sanitasi yang masih kurang layak, seperti toilet yang tidak memiliki aliran air serta adanya penumpang yang terpaksa tidur di area pelabuhan hanya beralaskan karton. Menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi karena masyarakat telah memenuhi kewajiban pembayaran layanan transportasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....