Stok Pangan Strategis di Maluku Utara dalam Kondisi Aman
- 03 Mar 2026 16:23 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara memastikan ketersediaan pangan strategis di wilayahnya dalam kondisi aman dan mencukupi saat Ramadan 1447 Hijriah. Seluruh komoditas utama tercatat memiliki ketahanan stok melampaui kebutuhan operasional bulanan, dengan durasi ketercukupan berkisar antara 26 hingga 599 hari ke depan.
Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas harga dan daya beli masyarakat selama bulan puasa. Dengan cadangan yang relatif panjang, tekanan pasokan dinilai dapat diminimalkan sehingga gejolak harga pangan bisa lebih terkendali.
Untuk komoditas beras, stok saat ini mencapai 65.536 ton dan diproyeksikan mencukupi kebutuhan hingga 183 hari ke depan. Sementara itu, daging sapi tercatat sebanyak 2.170 ton dengan daya tahan hingga 599 hari, serta gula pasir 16.497 ton yang cukup untuk 357 hari.
Angka-angka tersebut menunjukkan posisi cadangan yang sangat kuat, terutama untuk komoditas protein hewani dan gula yang kerap mengalami lonjakan permintaan saat Ramadan. Ketersediaan ini diharapkan mampu meredam potensi kenaikan harga akibat peningkatan konsumsi musiman.
Untuk komoditas hortikultura, cabai besar tersedia 868 ton dengan ketahanan 86 hari, sedangkan cabai rawit 975 ton atau cukup hingga 91 hari ke depan. Minyak goreng tercatat 5.858 liter dan dapat mencukupi kebutuhan selama 162 hari.
Adapun bawang merah memiliki stok 780 ton dengan daya tahan 72 hari, sementara bawang putih 1.389 ton yang cukup untuk 167 hari. Ketersediaan ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok yang sensitif terhadap fluktuasi permintaan.
Komoditas daging ayam ras tercatat sebanyak 1.416 ton dengan ketahanan hingga 83 hari. Sementara telur ayam ras sebanyak 739 ton, dengan daya tahan paling pendek yakni 26 hari ke depan.
Meski masih dalam batas aman, telur ayam menjadi komoditas yang perlu mendapat perhatian lebih karena masa kecukupannya relatif lebih singkat dibandingkan komoditas lain. Koordinasi pasokan dan distribusi akan menjadi kunci menjaga keseimbangan pasar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, menegaskan seluruh stok pangan sangat mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun demikian, stabilitas harga juga sangat bergantung pada perilaku belanja masyarakat selama Ramadan.
“Di bulan Ramadan, kadang kita ingin berbelanja secara berlebihan. Untuk itu, belanja harus secara bijak, membeli sesuai kebutuhan tanpa panic buying. Itu strategi utama menjaga psikologis pasar agar harga tetap stabil,” ujar Handi, Selasa, 3 Maret 2026.
Selain menjaga ketersediaan stok, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga menyiapkan strategi penguatan produksi lokal. Fokus diarahkan pada pengembangan peternakan ayam ras dan ayam pedaging guna memperkuat pasokan dalam daerah.
Langkah ini diyakini dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar Maluku Utara, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dalam jangka menengah dan panjang.
Handi juga mengingatkan pelaku pasar untuk tidak berspekulasi memainkan stok maupun harga, mengingat pasokan saat ini dalam kondisi cukup. Praktik penahanan barang atau permainan harga dinilai berpotensi memicu inflasi daerah. Dengan kolaborasi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, stabilitas harga selama Ramadan diharapkan tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat Maluku Utara dapat dipertahankan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....