Tradisi Bagarakan Sahur Hingga Syahdunya Buka Puasa di Tepian Sungai Mahakam

  • 19 Mar 2025 08:45 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Tradisi Ramadan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, tidak hanya dikenal dengan suasana religius dan kehangatan antarwarga, tetapi juga dengan berbagai keunikan yang menghiasi kegiatan sahur dan buka puasa. Salah satu yang paling menarik adalah tradisi membangunkan sahur dan buka puasa yang dilaksanakan di sepanjang tepi Sungai Mahakam, yang memberi nuansa khas dan mendalam bagi para pelaksana dan peserta.

Riamitasari Bardie Angkaswan dari RRI Samarinda menjelaskan bahwa suasana di sekitar Sungai Mahakam memiliki daya tarik tersendiri selama bulan Ramadan.

"Tepi Sungai Mahakam memberikan atmosfer yang berbeda dengan angin sejuk dan pemandangan indah saat malam hari," kata Mita. "Keunikan terletak pada tradisi yang dibangun untuk membangunkan sahur dan kegiatan berbuka puasa bersama," ucapnya. Selasa (18/03/2024).

Pada saat sahur, suara beduk atau gendang yang dikenal di Samarinda dengan sebutan Bagarakan Sahur sering digunakan untuk membangunkan warga. Selain itu, sejumlah warung dan rumah makan yang tersebar di sepanjang sungai turut berperan dengan menyediakan makanan sahur, yang seringkali dihidangkan lebih awal untuk menyambut sahur terakhir.

"Tentu ini memberi kesan yang sangat khas; suara beduk yang terdengar jauh di sepanjang tepi sungai memberikan suasana yang lebih sakral dan semangat untuk melaksanakan ibadah sahur," ujar Mita.

Sementara itu, menjelang waktu berbuka puasa, aktivitas di sepanjang Sungai Mahakam semakin ramai. Masyarakat berkumpul di berbagai titik untuk menikmati hidangan berbuka puasa yang khas Kalimantan Timur, seperti ikan bakar dan berbagai sajian tradisional.

"Menikmati hidangan sambil duduk di pinggir sungai, dengan angin yang bertiup sepoi-sepoi, membuat momen berbuka terasa sangat spesial," tambah Mita.

Keunikan lain yang mencuri perhatian adalah adanya berbagai kegiatan sosial di tepi Sungai Mahakam. Selama Ramadan, banyak warga yang saling berbagi takjil dan makanan, meningkatkan rasa kebersamaan yang kuat di antara masyarakat Samarinda.

"Suasana ini benar-benar memberi rasa kekeluargaan yang hangat, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang datang," kata Mita.

Bagi Mita, tradisi sahur dan buka puasa di tepi Sungai Mahakam bukan hanya soal berbagi makanan, tetapi juga tentang menciptakan kenangan yang membekas di hati setiap orang yang ikut serta dalam momen tersebut.

"Bukan hanya soal makanan, tapi juga kebersamaan yang membuat Ramadan terasa lebih bermakna," ucapnya.

Dengan segala keunikan yang ada, kegiatan sahur dan buka puasa di tepi Sungai Mahakam telah menjadi salah satu daya tarik yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya oleh masyarakat Samarinda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....