Semarak Ramadan di Mataram Kota Seribu Mesjid

  • 14 Mar 2025 20:24 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Ramadan Nusantara Pro4 kali ini di kota Mataram lombok, Nusa Tenggara Barat. Warga setempat memperlihatkan semangat dan rasa kebersamaan yang tinggi dalam menjalankan ibadah puasa.

Tak hanya suasana keagamaan yang kental, tetapi juga keberagaman budaya yang menjadi ciri khas daerah ini membuat Ramadan di Lombok Mataram begitu semarak.

Apriana Mahdan, seorang penyiar RRI yang asli berasal dari Lombok, berbagi pengalaman dan pandangannya mengenai suasana Ramadan di daerahnya, Apriana menjelaskan bahwa Ramadan di Mataram adalah momen yang sangat dinanti oleh masyarakat, baik yang berada di kota maupun yang tinggal di desa-desa.

"Selama Ramadan, kita bisa merasakan kehangatan dan kedekatan yang lebih erat antar sesama. Masyarakat Lombok, yang dikenal dengan adat dan tradisi yang kuat, selalu menjaga suasana kekeluargaan ini melalui berbagai kegiatan sosial," ucap Apriana

Bagi warga Lombok, Ramadan bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga sebagai momen untuk berbagi dengan sesama. Salah satu tradisi yang masih dipertahankan hingga kini adalah "Ngabuburit", yaitu aktivitas menunggu waktu berbuka puasa yang dilakukan bersama keluarga, teman, atau tetangga.

Di beberapa daerah di Mataram, warga sering mengadakan pasar ramadhan, yang menjual berbagai makanan khas Lombok seperti plecing kangkung, sate rembiga hingga kue khas daerah seperti kue lumpur dan serabi.

"Plecing kangkung menu ini wajib ada setiap harinya di tengah keluarga di mataram,jadi semcam menu wajib begitu" kata Apriana

Apriana juga menambahkan bahwa Ramadan di Lombok Mataram bukan hanya soal acara makan dan minum, tetapi juga soal pendidikan agama yang diberikan kepada anak-anak. Banyak sekolah, masjid, dan pesantren yang mengadakan kegiatan keagamaan, seperti kajian agama dan tilawah Al-Qur'an, yang dilakukan sepanjang bulan Ramadan.

"Kami sangat menghargai nilai-nilai keagamaan yang diajarkan di bulan suci ini. Semua lapisan masyarakat turut serta dalam menjaga atmosfer keagamaan yang penuh kedamaian," kata Apriana.

Di sisi lain, Ramadan juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat Lombok Mataram. Usaha kecil dan menengah, terutama yang bergerak di bidang kuliner, mengalami lonjakan pendapatan selama bulan Ramadan, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Keberadaan pasar ramadhan menjadi pusat pertemuan yang tidak hanya menguntungkan dari segi ekonomi, tetapi juga mempererat silaturahmi antar warga.

Namun, Apriana mengingatkan bahwa meskipun suasana Ramadan terasa semarak dan meriah, ada juga tantangan yang harus dihadapi.

"Tantangan terbesar adalah menjaga kesatuan dan kedamaian di tengah keberagaman. Namun, alhamdulillah, masyarakat Lombok kota seribu mesjid ini sangat menjunjung tinggi toleransi dan saling menghargai," ujarnya.

Dengan segala tradisi, keindahan budaya, dan kekuatan komunitas yang terjalin erat, Ramadan di Lombok Mataram terus menjadi momen yang penuh makna bagi masyarakat. Keberagaman dan keharmonisan sosial yang tercipta di bulan suci ini menjadi contoh nyata bagaimana agama dan budaya dapat berjalan seiring, membentuk ikatan yang semakin kuat di setiap sudut daerah ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....