Piala Dunia 2030 Satukan Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan
- 25 Jul 2026 23:01 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Piala Dunia 2030 dipastikan menghadirkan format penyelenggaraan yang berbeda dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. FIFA menetapkan Maroko, Portugal, dan Spanyol sebagai tuan rumah utama turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut. Keputusan itu sekaligus menandai penyelenggaraan Piala Dunia pertama yang berlangsung di dua benua, yakni Eropa dan Afrika.
Melalui pengumuman resmi, FIFA menyatakan ketiga negara tersebut akan menjadi pusat penyelenggaraan mayoritas pertandingan sepanjang turnamen. Kolaborasi lintas benua ini dinilai mencerminkan semangat persatuan sekaligus memperluas jangkauan penyelenggaraan sepak bola dunia. Penunjukan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman baru bagi peserta maupun para pendukung.
Piala Dunia 2030 memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan peringatan 100 tahun penyelenggaraan turnamen pertama pada 1930. Untuk memperingati momentum bersejarah itu, FIFA menyiapkan tiga pertandingan pembuka di kawasan Amerika Selatan. Uruguay, Argentina, dan Paraguay dipercaya menjadi tuan rumah laga pembuka sebagai penghormatan terhadap sejarah lahirnya Piala Dunia.
Laga pembuka dijadwalkan berlangsung di Estadio Centenario, Montevideo, Uruguay, yang memiliki nilai historis bagi sepak bola dunia. Stadion tersebut menjadi lokasi pertandingan pertama Piala Dunia ketika turnamen perdana digelar pada tahun 1930. Setelah rangkaian laga pembuka selesai, seluruh pertandingan berikutnya akan dipusatkan di Maroko, Portugal, dan Spanyol.
Status sebagai tuan rumah memberikan keuntungan bagi enam negara yang terlibat dalam penyelenggaraan edisi bersejarah tersebut. Spanyol, Portugal, Maroko, Uruguay, Argentina, dan Paraguay dipastikan lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2030. Sementara itu, negara-negara lain tetap harus memperebutkan tiket melalui babak kualifikasi di konfederasi masing-masing.
Saat ini FIFA menyediakan sebanyak 42 slot yang akan diperebutkan melalui proses kualifikasi di seluruh dunia. Jumlah tersebut masih berpotensi mengalami perubahan apabila usulan penambahan peserta mendapat persetujuan organisasi. Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya mengemukakan gagasan memperluas jumlah peserta menjadi 64 tim pada edisi 2030.
Apabila terealisasi, penambahan jumlah peserta akan menjadi perubahan terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia FIFA. Kebijakan tersebut dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk tampil di putaran final. Namun, usulan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sebelum ditetapkan secara resmi oleh FIFA.
Penyelenggaraan Piala Dunia 2030 diharapkan menjadi perayaan satu abad perjalanan kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia. Perpaduan tiga negara utama dan tiga tuan rumah pembuka menghadirkan konsep yang belum pernah diterapkan sebelumnya. Momentum ini diproyeksikan menjadi salah satu edisi paling bersejarah dalam perjalanan panjang Piala Dunia FIFA.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....