FIFA Izinkan Botol Plastik Tersegel Masuk Stadion Piala Dunia 2026

  • 09 Jun 2026 09:09 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - FIFA memastikan kebijakan terbaru terkait barang bawaan penonton di stadion Piala Dunia 2026. Keputusan ini menyusul polemik larangan botol minum yang sempat menuai kritik dari berbagai kalangan. FIFA kini memperbolehkan penonton membawa botol plastik sekali pakai yang masih tersegel ke dalam stadion.

Sebelumnya, aturan yang diumumkan melarang seluruh jenis botol, termasuk wadah minum berbahan keras. Kebijakan tersebut mencakup gelas, toples, hingga kaleng dengan alasan menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung. Larangan ini sempat memicu kekhawatiran terkait kenyamanan dan kebutuhan hidrasi penonton di dalam stadion.

Dalam klarifikasi terbaru, FIFA menyatakan bahwa larangan hanya berlaku untuk botol minum reusable berbahan keras. Chief Operating Officer Piala Dunia 2026, Heimo Schirgi, menjelaskan ketentuan tersebut secara rinci kepada publik. Setiap penonton diperbolehkan membawa satu botol plastik sekali pakai berukuran maksimal 560 mililiter.

Botol yang diperbolehkan harus dalam kondisi tersegel dari pabrik untuk memastikan keamanan dan keaslian isi. Sementara itu, wadah minum yang dapat ditutup kembali tidak diperkenankan masuk ke dalam stadion. Hal ini karena benda tersebut berpotensi digunakan sebagai alat lempar yang dapat membahayakan penonton lain.

Perubahan kebijakan ini terjadi menjelang dimulainya turnamen pada 11 Juni 2026. Sebelumnya, kode etik stadion masih mengizinkan botol plastik transparan reusable berkapasitas hingga satu liter. Namun, aturan tersebut direvisi demi mengurangi potensi cedera akibat benda yang dilempar oleh penonton.

FIFA juga memastikan ketersediaan air minum di dalam stadion untuk memenuhi kebutuhan penonton selama pertandingan. Air minum akan dijual dengan harga yang disesuaikan dengan tarif normal di setiap lokasi pertandingan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kenyamanan sekaligus keamanan selama berlangsungnya ajang sepak bola dunia.

Meski demikian, sejumlah pakar kesehatan menyampaikan kritik terhadap kebijakan pembatasan tersebut. Mereka menilai pembatasan botol minum dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian, terutama pada pertandingan yang berlangsung di suhu tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....