Antasyafi Robby Raih Emas WCS Guiyang 2026

  • 15 Sep 2026 04:15 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Atlet panjat tebing Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi meraih medali emas nomor Speed Putra WCS Guiyang 2026. Antasyafi menjadi yang tercepat setelah mencatatkan waktu 4,65 detik pada babak final kejuaraan tersebut. Pertandingan berlangsung di Guiyang, Tiongkok, dengan persaingan ketat menghadapi sejumlah atlet panjat tebing tuan rumah.

Pada babak final, Antasyafi berhadapan dengan atlet Tiongkok Ling Yongzhi yang mencatatkan waktu 4,75 detik. Antasyafi berhasil unggul setelah menyelesaikan lintasan dengan catatan waktu 4,65 detik pada perlombaan tersebut. Sementara itu, posisi ketiga ditempati Chu Shouhong dengan catatan waktu mencapai 4,80 detik.

Hasil tersebut menjadi gelar World Climbing Series pertama bagi Antasyafi sepanjang keikutsertaannya pada musim kompetisi 2026. Sebelumnya, Antasyafi dua kali meraih medali perak pada seri Madrid dan Chamonix tahun ini. Pencapaian di Guiyang sekaligus melengkapi perjuangannya setelah sebelumnya beberapa kali berada dipodium.

Keberhasilan Antasyafi turut memperkuat penampilan kontingen Indonesia dalam ajang World Climbing Series Guiyang 2026. Indonesia tidak hanya meraih emas melalui nomor Speed Putra, tetapi juga nomor Speed Mixed Relay. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi atlet Indonesia dalam persaingan panjat tebing tingkat internasional.

Pada nomor Speed Mixed Relay, Indonesia juga berhasil mengamankan medali emas melalui kombinasi atlet putra dan putri. Raji'ah Sallsabillah dan Hujrang menjadi bagian dari tim yang berhasil menempati posisi pertama nomor tersebut. Hasil itu membuat Indonesia membawa pulang dua medali emas dari kejuaraan panjat tebing di Guiyang.

Prestasi Antasyafi menjadi tambahan catatan positif bagi perkembangan nomor speed panjat tebing Indonesia. Nomor tersebut terus menjadi salah satu andalan Indonesia dalam berbagai kejuaraan panjat tebing internasional. Kemenangan ini juga menjadi modal penting bagi Antasyafi menghadapi persaingan pada seri berikutnya.

Dua gelar yang diraih Indonesia memperlihatkan kedalaman talenta dalam skuad panjat tebing nasional. Keberhasilan tersebut tidak hanya datang dari nomor individu, tetapi juga melalui nomor beregu campuran. Prestasi para atlet di Guiyang sekaligus membawa nama Indonesia kembali berada dipanggung persaingan dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....