Bamantara EEPISAT PENS Raih Juara III Dunia CanSat
- 21 Agt 2026 05:17 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Tim Bamantara EEPISAT dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung teknologi kedirgantaraan dunia. Tim tersebut meraih Juara III Dunia dalam CanSat 2026 yang berlangsung di Virginia, Amerika Serikat. Prestasi itu menunjukkan kemampuan mahasiswa Indonesia bersaing melalui inovasi teknologi ruang angkasa tingkat internasional.
Kompetisi tersebut diselenggarakan American Astronautical Society bersama NASA dan diikuti puluhan tim dari berbagai negara. Para peserta ditantang merancang serta mengoperasikan satelit mini yang mampu menjalankan misi secara mandiri. CanSat menjadi ajang bergengsi karena menguji kemampuan teknis, ketelitian, kerja sama, serta kreativitas mahasiswa.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Tim Bamantara EEPISAT kembali menunjukkan konsistensi dalam kompetisi teknologi antarmahasiswa dunia. Tim PENS harus bersaing dengan peserta dari India, Turkiye, Meksiko, Polandia, Argentina, dan sejumlah negara lainnya. Persaingan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa Indonesia untuk menghadirkan rancangan satelit mini yang kompetitif.
Keberhasilan meraih posisi ketiga dunia bukan pencapaian pertama PENS dalam kompetisi CanSat internasional kali ini. Tim PENS sebelumnya meraih Juara III Dunia pada 2022 dan Juara II Dunia pada 2023. Catatan tersebut memperlihatkan konsistensi PENS dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa bidang teknologi dan kedirgantaraan unggul.

Prestasi terbaru itu juga mendapat apresiasi dari Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo. Menurutnya, semangat invensi dan inovasi generasi muda Indonesia perlu terus dijaga serta dikembangkan secara berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai penting agar prestasi mahasiswa dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya secara luas.
CanSat sendiri merupakan kompetisi yang menggunakan satelit mini untuk menjalankan misi tertentu dalam kondisi menyerupai operasi antariksa. Mahasiswa dituntut menggabungkan kemampuan elektronika, pemrograman, mekanika, komunikasi, hingga pengolahan data selama perlombaan. Tantangan itu membuat kompetisi tidak hanya mengandalkan teori, tetapi juga kemampuan menerapkan teknologi secara langsung.
Bagi PENS, capaian tersebut menjadi bukti pengembangan riset dan pembelajaran dapat menghasilkan talenta berdaya saing global. Keberhasilan Bamantara EEPISAT juga memperkuat rekam jejak Indonesia dalam kompetisi teknologi kedirgantaraan internasional di tingkat dunia. Prestasi mahasiswa tersebut sekaligus membuka peluang semakin luas bagi inovasi teknologi nasional untuk berkembang.
Raihan Juara III Dunia CanSat 2026 menambah daftar prestasi mahasiswa Indonesia pada kompetisi teknologi internasional. Konsistensi Tim Bamantara EEPISAT menjadi gambaran bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing melalui inovasi. Prestasi tersebut diharapkan mendorong semakin banyak mahasiswa mengembangkan teknologi untuk menjawab tantangan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....