QRIS Berlaku di China Mulai 30 April 2026, Transaksi Kian Mudah
- 24 Apr 2026 17:22 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Mulai 30 April 2026, masyarakat Indonesia dapat menggunakan sistem pembayaran digital saat bertransaksi di China. Kebijakan ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Bank Indonesia dan otoritas keuangan Tiongkok. Langkah tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem pembayaran lintas negara yang semakin terintegrasi.
Implementasi penggunaan QRIS di China telah melalui tahapan uji coba secara menyeluruh. Hasil uji coba mencatat sebanyak 1,64 juta transaksi dengan total nilai mencapai Rp556 miliar. Capaian tersebut menunjukkan tingginya potensi penggunaan QRIS dalam mendukung aktivitas transaksi internasional masyarakat Indonesia.
Kolaborasi ini juga melibatkan puluhan institusi dari kedua negara yang berperan dalam pengembangan sistem pembayaran. Keterlibatan berbagai pihak menjadi indikator kesiapan ekosistem pembayaran lintas batas yang semakin matang. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas ekonomi antara Indonesia dan China.
Penggunaan QRIS di luar negeri memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi tanpa harus menukar mata uang secara langsung. Sistem ini memungkinkan pembayaran dilakukan secara praktis hanya dengan memindai kode QR. Kemudahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat saat melakukan perjalanan ke luar negeri.
Di dalam negeri, kinerja sistem pembayaran digital juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang awal tahun 2026. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah transaksi yang tercatat pada berbagai layanan pembayaran digital. Perkembangan ini mencerminkan tingginya adopsi teknologi keuangan di tengah masyarakat.
Salah satu indikator pertumbuhan tersebut terlihat pada layanan BI-FAST yang terus mengalami peningkatan transaksi. Pada kuartal pertama 2026, transaksi BI-FAST mencapai 1,4 miliar dengan nilai Rp3.519 triliun. Capaian ini menunjukkan peran penting sistem pembayaran digital dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Bank Indonesia tengah menyiapkan pengembangan sistem New BI-FAST yang lebih canggih. Pengembangan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, efisiensi, serta keamanan sistem pembayaran digital di Indonesia. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi menghadapi potensi lonjakan transaksi di masa mendatang.
Selain itu, penguatan sistem juga diarahkan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi dalam transaksi digital. Risiko tersebut meliputi potensi penipuan hingga ancaman keamanan siber yang semakin kompleks. Dengan penguatan sistem, stabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembayaran digital dapat terus terjaga.
Kolaborasi internasional serta inovasi sistem pembayaran menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi ekonomi digital. Integrasi QRIS di tingkat global menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi era ekonomi digital yang kompetitif. Dengan demikian, kemudahan transaksi lintas negara diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....