GPM Maluku Utara Serukan Tolak Politik Uang
- 14 Nov 2024 16:22 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Marethaenis (GPM) Maluku Utara menggelar aksi di depan Kantor RRI Ternate, Kamis (14/11/2024). Ini merupakan aksi damai merespons maraknya isu SARA, politik uang, dan hoaks yang berseliweran menjelang Pilkada.
GPM yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat, mengadakan aksi dengan membawa sejumlah spanduk dan pamflet. Pada salah satu pamflet yang dibentangkan itu bertuliskan, “Beda Pilihan Soal Biasa, Mari Baku Bawa Bae-Bae.”
Aksi ini dimulai dari Pasar Barito, di Kelurahan Gamalama, dan kemudian berlanjut di depan kantor RRI Ternate. Kehadiran massa aksi berorasi di depan RRI Ternate ini bermaksud agar lembaga penyiaran publik ini juga turut menyuarakan apa yang menjadi kegelisahan mereka.
/du25c7qe369hhrp.jpeg)
Kordinator aksi, Kaisar Hamid, mengatakan bahwa GPM melaksanakan kegiatan ini sebagai respons terhadap isu SARA yang berkembang di Kota Ternate. Serta adanya upaya kelompok tertentu yang mencoba merusak demokrasi.
“GPM berkomitmen untuk mengawal Pilkada serentak pada 27 November 2024 itu agar berjalan lancar. Partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih sangat penting, serta menolak terhadap politik uang dan isu SARA", kata Kaisar.
Melalui aksi ini kata Kaisar, pihaknya ingin menciptakan budaya sadar memilih dan meningkatkan pemahaman masyarakat agar menjadi pemilih yang cerdas, demi terpilihnya pemimpin berkualitas.
Dia juga menambahkan bahwa politisasi SARA, baik melalui dunia maya, media sosial, maupun secara langsung, menjadi isu krusial yang perlu mendapat perhatian. “Kita harus menjaga agar demokrasi tetap berjalan dengan lancar tanpa adanya isu yang dapat memecah belah dan menimbulkan perpecahan," ujarnya.
Masa aksi lain, Asrun Daus, mengungkapkan bahwa mereka telah menjalin kerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara. Kerja sama dimaksud adalah untuk melakukan kampanye yang mengajak masyarakat berpartisipasi, menolak politik uang, dan menjaga stabilitas demokrasi agar tetap damai.
“Kami melihat bahwa angka partisipasi pemilih di Maluku Utara, khususnya di Ternate, masih sangat rendah. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam Pilkada, sebagai bagian dari proses demokrasi di Maluku Utara,” ujar Asrun, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....