IPB Kembangkan Empat Varietas Cabai Habanero Lokal Pertama Indonesia

  • 21 Jul 2026 08:45 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Institut Pertanian Bogor (IPB) University kembali menghadirkan inovasi di bidang pertanian melalui pengembangan varietas cabai unggul nasional. Perguruan tinggi tersebut berhasil merakit empat varietas cabai habanero lokal pertama yang dikembangkan khusus untuk kondisi Indonesia. Seluruh varietas itu telah resmi terdaftar di Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan memperoleh Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).

Empat varietas yang berhasil dikembangkan terdiri atas Tabia Sala 1 IPB, Margi 2 IPB, Tabia Sala Oranye IPB, dan Tabia Sala Kuning IPB. Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Inovasi itu juga memperluas pilihan benih unggul yang dapat dimanfaatkan oleh petani dalam meningkatkan produktivitas.

Salah satu varietas yang menjadi perhatian ialah Tabia Sala 1 IPB karena memiliki tingkat kepedasan sangat tinggi. Cabai tersebut memiliki tingkat kepedasan mencapai sekitar satu hingga 1,3 juta Scoville Heat Units atau SHU. Angka itu diperkirakan sekitar lima kali lebih pedas dibandingkan cabai rawit yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Selain menawarkan sensasi rasa yang lebih pedas, keempat varietas tersebut dirancang memiliki kemampuan adaptasi terhadap iklim tropis Indonesia. Para peneliti juga mengembangkan karakter tanaman agar lebih tahan terhadap serangan hama serta penyakit keriting kuning. Karakter unggul tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus mengurangi risiko kerugian yang dialami petani.

Pengembangan cabai habanero lokal ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dalam negeri. Benih yang dihasilkan juga telah didiseminasikan kepada petani sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian nasional. Langkah tersebut diharapkan mempercepat adopsi varietas unggul pada berbagai sentra produksi cabai di Indonesia.

Potensi ekonomi dari cabai habanero lokal juga dinilai cukup besar untuk mendukung kebutuhan berbagai sektor industri. Komoditas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku cabai bubuk, saus, maupun produk olahan berbasis rempah. Peluang ekspor juga terbuka lebar, terutama menuju negara beriklim dingin yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk berbahan cabai.

Keberhasilan IPB University merakit empat varietas cabai habanero lokal menjadi bukti kapasitas riset pertanian Indonesia yang terus berkembang. Inovasi tersebut diharapkan memperkuat daya saing produk hortikultura nasional di pasar domestik maupun internasional. Pengembangan varietas unggul juga menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan petani Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....