BPS : Konsumsi Gorengan di Indonesia Meningkat Pesat

  • 09 Okt 2024 14:44 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate : Masyarakat Indonesia akrab dengan gorengan. Banyak santapan khas Nusantara yang diolah dengan cara digoreng di dalam minyak panas hingga garing. Tak hanya bisa dijadikan camilan, gorengan juga kerap dijadikan lauk dalam sajian nasi karena teksturnya yang garing sehingga bisa membuat nafsu makan menjadi bertambah. Menjadi kuliner yang merakyat, gorengan bisa dengan mudah kamu jumpai di pedagang kaki lima pinggir jalan yang menjajakan gorengan di gerobak.

Badan Pusat Statistik mencatat komsumsi gorengan di Indonesia meningkat pesat dari 45% pada tahun 2018 menjadi 51,7% pada tahun 2023. Penduduk usia 6 tahun ke atas tercatat menyantap gorengan 1-6 kali seminggu, berkat melimpahnya minyak goreng dan tepung terigu sejak 1970-an. Namun, kebiasaan ini berisiko memicu penyakit kardiovaskular akibat kualitas rendah bahan-bahan yang digunakan.

Perlu diketahui, minyak goreng mengandung lemak trans yang jahat. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa ketika orang mengonsumsi lemak trans dalam jumlah lebih tinggi, mereka cenderung memiliki peningkatan risiko penyakit Alzheimer, daya ingat yang lebih buruk, volume otak yang lebih rendah, dan penurunan kognitif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....