Penipuan Via Telepon Marak Terjadi, Ketahui Cara Mengatasinya

  • 24 Sep 2025 08:20 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Penipuan kerap terjadi baik melalui telepon maupun pesan singkat yang meresahkan masyarakat. Kasus terbaru bahkan terjadi pada Walikota Jakarta Pusat, Arifin yang dihubungi oleh oknum penipu.

Dalam video yang beredar di media sosial, oknum tersebut mengaku sebagai staf Kecamatan Cengkareng dan petugas Disdukcapil. Modus penipuannya adalah pemindahan data KTP elektronik ke Identitas Kependudukan Digital, dan saat ini kasus penipuan tersebut telah ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Penipuan seperti ini bisa saja menimpa orang-orang terdekat kita, yang ditakutkan jika menimpa orang tua yang kurang atau bahkan tidak paham teknologi. Karena mereka biasanya langsung percaya dengan kebohongan yang disampaikan oleh si penipu.

Ada dua situasi yang sering dimanfaat oleh penipu yakni membuat panik dengan berita mengejutkan, serta berita bahagia yang tidak terduga. Melansir laman Indonesia Cyber Crime Combat Center, ada beberapa cara mengatasi penipuan baik melalui telepon maupun pesan singkat.

1. Pastikan panggilan berasal dari nomor yang terdaftar atau call center resmi

2. Jika mendapatkan panggilan aneh, yang mengatas-namakan pihak bank, perusahaan atau dinas tertentu, jangan memberikan data pribadi kepada si penelpon.

3. Jangan buka tautan yang dikirim melalui sumber yang tidak dikenal, karena bisa saja dengan tautan itu si penipu akan bisa mengakses data penting di handphone kita.

4. Segera blokir nomor penelpon atau pengirim pesan, anda pun bisa melaporkan nomor tersebut sebagai spam agar ketika penipu menggunakan nomor tersebut untuk menipu orang lain, maka akan muncul keterangan spam atau penipuan.

Siapa pun bisa menjadi target penipuan, masyarakat harus waspada agar tidak mengalami kerugian karena terlanjur klik tautan atau terlanjur memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....