Mengenal Dampak 'Blue Light' terhadap Kulit

  • 22 Sep 2026 13:58 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Penggunaan gawai seperti ponsel, komputer dan tablet sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Namun, terlalu sering terpapar cahaya dari layar juga membuat banyak orang mulai memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan kulit. Salah satunya adalah paparan blue light atau cahaya biru.

Melansir laman Beautynesia, Blue light merupakan salah satu jenis cahaya tampak dengan panjang gelombang yang relatif pendek dan energi yang cukup tinggi. Cahaya ini dapat berasal dari matahari, tetapi juga dipancarkan oleh berbagai perangkat elektronik seperti telepon pintar, laptop dan televisi yang menggunakan layar.

Paparan blue light dalam waktu lama diketahui dapat memicu terbentuknya radikal bebas pada kulit. Radikal bebas tersebut dapat menyebabkan stres oksidatif yang berpotensi memengaruhi sel-sel kulit. Kondisi ini juga dikaitkan dengan munculnya tanda-tanda penuaan kulit, seperti kulit kusam dan garis-garis halus.

Selain itu, paparan blue light juga dapat memengaruhi produksi pigmen pada kulit. Pada sebagian orang, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan hiperpigmentasi atau munculnya bagian kulit yang terlihat lebih gelap. Risiko ini dapat berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi oleh lama serta intensitas paparan cahaya.

Namun perlu diketahui, bukan berarti penggunaan gawai harus dihentikan sepenuhnya. Pastikan tetap memberikan waktu istirahat bagi mata dan kulit, serta gunakan perlindungan kulit seperti tabir surya dalam aktivitas sehari-hari. Menjaga pola hidup sehat dan rutin merawat kulit juga dapat membantu menjaga kondisi kulit tetap sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....