Benarkah Sering Terpapar Pendingin Ruangan Sebabkan Bell’s Palsy? Ini Faktanya!
- 29 Jul 2026 18:57 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Di tengah cuaca yang panas terik, mendinginkan tubuh di ruangan dengan pendingin merupakan salah satu pilihan yang tepat. Namun terlalu lama terpapar pendingin ruangan juga memiliki efek buruk.
Melansir laman Halodoc, hingga saat ini belum ada bukti medis yang memastikan bahwa paparan pendingin ruangan secara langsung menyebabkan Bell's palsy. Kondisi ini merupakan gangguan pada saraf wajah (saraf fasialis) yang paling sering dikaitkan dengan peradangan akibat infeksi virus, sehingga menyebabkan salah satu sisi wajah tampak menurun atau sulit digerakkan.
Meski demikian, paparan udara dingin dari AC atau kipas angin yang mengenai wajah secara terus-menerus diduga dapat menjadi faktor pemicu pada sebagian orang, bukan penyebab utama. Suhu dingin diduga dapat memicu peradangan atau mengaktifkan kembali virus yang sebelumnya tidak aktif, sehingga meningkatkan risiko terjadinya Bell's palsy pada individu yang rentan.
Gejala Bell's palsy biasanya muncul secara tiba-tiba, seperti salah satu sisi wajah tampak turun, sulit tersenyum, kesulitan menutup mata, air liur menetes, serta berkurangnya kemampuan mengecap rasa. Kondisi ini berbeda dengan stroke, meski sama-sama dapat menyebabkan wajah tampak miring. Oleh karena itu, gejala yang muncul mendadak tetap memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya.
Untuk mengurangi risiko, sebaiknya hindari paparan udara dingin yang mengarah langsung ke wajah dalam waktu lama dan tetap jaga daya tahan tubuh. Apabila mengalami gejala wajah miring secara tiba-tiba, segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan sedini mungkin. Sebagian besar kasus Bell's palsy dapat pulih dengan baik apabila ditangani secara tepat sejak awal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....