Jangan Tunggu Tua, Cek Kolesterol Sebaiknya Dimulai sejak Usia 20-an

  • 27 Jul 2026 10:04 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate — Kolesterol tinggi selama ini kerap dianggap sebagai "penyakit orang tua". Padahal, proses penumpukan lemak di dinding pembuluh darah bisa dimulai jauh lebih awal dari yang diperkirakan banyak orang, bahkan sejak usia remaja. Karena itu, sejumlah kalangan medis menganjurkan agar pemeriksaan kolesterol tidak lagi ditunda hingga usia paruh baya.

Pemeriksaan profil lipid lengkap, yang meliputi kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida, disarankan mulai dilakukan sejak usia 20 tahun, meski seseorang merasa sehat dan tidak memiliki keluhan apa pun. Kolesterol tinggi dikenal sebagai kondisi yang minim gejala.

Seseorang bisa saja merasa bugar dan tidak mengalami keluhan apa pun, padahal kadar LDL atau kolesterol jahatnya sudah berada di atas batas normal. Kondisi inilah yang membuat kolesterol tinggi kerap disebut sebagai "silent killer", karena baru terasa dampaknya setelah muncul komplikasi serius seperti penyakit jantung koroner atau stroke.

Sebuah studi yang dimuat di Journal of the American Heart Association meneliti hubungan antara perubahan kadar kolesterol dan risiko penyakit kardiovaskular pada orang dewasa muda berusia 20–39 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan kadar kolesterol dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung iskemik dan stroke, sementara penurunan kadar kolesterol terbukti mengurangi risiko penyakit jantung dan serebrovaskular.

Temuan ini menegaskan bahwa menjaga kadar kolesterol tetap terkendali sejak usia muda punya manfaat nyata, bukan sekadar anjuran umum. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat sekitar 39,5 persen penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol di atas batas normal.

Angka ini menggambarkan betapa luasnya potensi risiko penyakit jantung di tengah masyarakat, termasuk pada kelompok usia produktif yang selama ini jarang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Merujuk pada panduan kesehatan yang umum digunakan, berikut jadwal pemeriksaan kolesterol yang disarankan:

  • Usia 20–35 tahun (tanpa faktor risiko genetik): pemeriksaan profil lipid lengkap sebaiknya dimulai di usia 20 tahun. Jika hasilnya normal, pemeriksaan ulang dilakukan setiap 5 tahun.
  • Pria di atas 35 tahun dan wanita di atas 45 tahun: pemeriksaan disarankan lebih rutin, yakni setiap 1–2 tahun sekali, seiring meningkatnya risiko akibat perubahan metabolisme tubuh.
  • Anak dan remaja dengan riwayat keluarga kolesterol tinggi atau penyakit jantung dini: pemeriksaan pertama disarankan pada usia 9–11 tahun, kemudian diulang pada usia 17–21 tahun.

Kadar kolesterol tinggi tidak melulu soal pola makan. Faktor genetik juga berperan besar dalam menentukan kadar kolesterol seseorang, sehingga pemeriksaan sejak usia muda dinilai penting untuk mendeteksi kondisi ini sebelum terjadi penyumbatan pembuluh darah.

Selain itu, gaya hidup modern seperti konsumsi makanan tinggi lemak, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan begadang turut memicu kenaikan kadar kolesterol sejak usia muda. Memeriksakan kadar kolesterol bukan lagi kebutuhan eksklusif untuk kelompok usia lanjut.

Dengan proses penumpukan lemak di pembuluh darah yang bisa dimulai sejak remaja, deteksi dini di usia 20-an menjadi langkah pencegahan yang sederhana namun berdampak besar untuk kesehatan jantung jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....