Cara Membaca Label Gizi pada Kemasan: Jangan Mudah Percaya Klaim!
- 16 Jul 2026 08:34 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Pernahkah Anda membaca label gizi di balik kemasan makanan atau minuman yang Anda beli? Banyak orang sebenarnya melewatkan bagian ini. Alasannya klasik: malas, terburu-buru, atau memang belum paham cara membacanya. Padahal, dari label gizi itulah kamu bisa tahu apa saja yang masuk ke tubuh kita dan keluarga.
Sering kali produk kemasan menampilkan klaim seperti “rendah lemak”, “tanpa gula”, atau “tinggi serat”. Kedengarannya sehat, tapi belum tentu sepenuhnya benar. Bisa saja itu hanya strategi pemasaran.
Nah, supaya kita tidak mudah terkecoh, berikut ulasan cara membaca label gizi dengan lebih praktis dan relevan yang kami sadur dari portal ayosehat.kemkes.go.id.
Kenapa Label Gizi Penting untuk Kamu Perhatikan?
Label gizi menyajikan informasi lengkap tentang kandungan nutrisi dalam suatu produk, seperti: energi (kalori), makronutrien (karbohidrat, protein, lemak), mikronutrien (vitamin dan mineral), gula serta natrium (garam). Dengan memahami ini, kita bisa mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh berlebih, memilih makanan yang lebih tinggi serat dan protein, dan mengatur berat badan dan kesehatan metabolik dengan lebih terarah. Orang yang terbiasa membaca label gizi umumnya lebih selektif dalam memilih makanan dan cenderung menghindari produk tinggi “kalori kosong”.
Bagian Penting dalam Label Gizi yang Wajib Kamu Pahami
Berikut ini komponen utama yang perlu kita perhatikan di kemasan makanan atau minuman yang kita beli:
- Ukuran Porsi (Serving Size)
Ini sering banget diabaikan, padahal semua angka di label dihitung berdasarkan satu porsi. Kalau kamu makan lebih dari satu porsi, otomatis semua nilai harus dikalikan, seperti nilai kalori, karbohidrat, gula, dan lemak. Contoh sederhana: kalau satu porsi 150 kkal dan kamu makan dua porsi, berarti totalnya 300 kkal. Kesalahan memahami porsi ini sering jadi alasan kenapa diet terasa “tidak berhasil”. - Kalori (Energi)
Kalori adalah sumber energi tubuh untuk beraktivitas. Kalau tujuanmu menurunkan berat badan, kamu perlu menciptakan defisit kalori.
Label gizi membantu kita menghitung asupan energi dengan lebih akurat, asalkan kamu memperhatikan ukuran porsinya juga. - Makronutrien: Karbohidrat, Protein, Lemak
Tiga komponen ini sangat berpengaruh pada rasa kenyang dan komposisi tubuh:
-Karbohidrat total mencakup gula dan serat. Serat bikin kenyang lebih lama dan bagus untuk pencernaan
-Protein penting untuk menjaga massa otot
-Lemak tinggi energi (9 kkal/gram), jadi perlu dikontrol
Fokus utamanya: batasi lemak jenuh dan lemak trans demi kesehatan jantung - Gula dan Natrium
Dua komponen ini sering “tersembunyi” dalam makanan olahan:
- Gula tambahan menyumbang kalori tanpa nutrisi penting. Idealnya kurang dari 10% total kalori harian
- Natrium berlebih bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi
Makanya, membaca label itu penting supaya kita tidak kebablasan konsumsi. - %AKG / % Daily Value
Angka ini menunjukkan seberapa besar kontribusi suatu nutrisi terhadap kebutuhan harian (umumnya berdasarkan 2000 kkal). Patokan cepatnya:
- ≤5% → rendah
- ≥20% → tinggi
Ini membantu kita mengambil keputusan cepat saat belanja tanpa harus mikir terlalu lama. - Daftar Bahan (Ingredients)
Jangan cuma lihat tabel gizi tapi cek juga komposisinya. Beberapa hal yang perlu kita perhatikan:
- Bahan ditulis dari jumlah terbanyak ke paling sedikit
- Kalau gula, sirup, atau tepung olahan muncul di awal, tandanya tinggi proses
Hindari produk dengan banyak bahan tambahan yang tidak perlu. Ini penting banget buat kita yang sedang diet atau ingin makan lebih “clean”.
Cara Praktis Membaca Label Gizi
Supaya tidak ribet, Kita bisa pakai langkah sederhana ini:
Mulai dari ukuran porsi
Hitung ulang kalau kamu makan lebih dari satu porsi
Perhatikan total kalori
Cek %AKG terutama untuk gula, lemak, dan karbohidrat
Pilih produk yang tinggi serat dan protein
Lihat daftar bahan, hindari yang terlalu banyak tambahan
Jangan Mudah Percaya Klaim di Kemasan
Istilah seperti “natural”, “low fat”, atau “zero sugar” sering terdengar meyakinkan, tapi belum tentu sesuai kenyataan. Yang paling penting tetap angka di label gizi, bukan kata-kata di bagian depan kemasan. Memahami label gizi bukan hal sepele. Ini adalah langkah penting supaya kamu bisa mengontrol asupan makanan, memilih produk dengan lebih bijak, dan menjalankan pola hidup sehat secara konsisten. Mulai sekarang, jangan cuma tergoda tampilan depan kemasan. Biasakan cek bagian belakang, biar kamu benar-benar tahu apa yang kamu konsumsi.
| Baca juga: Macam-macam Masker Wajah dan Perbedaannya |
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....