Kopi Bantu Redakan Stres, Asal Dikonsumsi Secara Bijak
- 28 Jun 2026 19:03 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Kopi menjadi salah satu minuman paling populer di Indonesia karena cita rasanya yang khas dan beragam manfaatnya. Selain membantu mengurangi rasa kantuk, kopi juga kerap dipercaya mampu meningkatkan semangat menjalani aktivitas harian. Di balik popularitas tersebut, muncul pertanyaan mengenai kemampuan kopi dalam membantu meredakan stres yang dialami seseorang.
Manfaat kopi berasal dari kandungan kafein yang terdapat pada biji kopi dengan kadar berbeda setiap jenisnya. Kafein merupakan senyawa alami yang bekerja sebagai stimulan ringan terhadap sistem saraf pusat manusia. Efek tersebut membuat tubuh terasa lebih segar, fokus, serta meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan berbagai aktivitas.
Berdasarkan berbagai penelitian, konsumsi kafein dalam jumlah rendah hingga sedang memberikan manfaat bagi fungsi kognitif. Dosis sekitar 12,5 hingga 100 miligram diketahui mampu meningkatkan konsentrasi dengan risiko efek samping relatif kecil. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan aroma maupun visual secangkir kopi dapat meningkatkan kesiagaan seseorang secara psikologis.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Consciousness and Cognition menjelaskan persepsi terhadap kopi turut memengaruhi kondisi mental seseorang. Kepercayaan bahwa kopi mampu meningkatkan energi membuat otak merespons lebih siap menghadapi berbagai aktivitas harian. Faktor psikologis tersebut menjadi salah satu alasan kopi identik dengan peningkatan produktivitas dan semangat bekerja.
Sementara itu, sejumlah penelitian kesehatan juga mengaitkan konsumsi kopi dengan penurunan tingkat stres pada sebagian orang. Kandungan kafein membantu merangsang sistem saraf simpatis sehingga tubuh menjadi lebih waspada menghadapi tekanan. Aktivasi tersebut turut memengaruhi neurotransmiter yang berperan dalam menjaga suasana hati serta meningkatkan fokus seseorang.
Dokter umum Dr. Katon menjelaskan kafein mampu merangsang saraf otonom simpatis yang mengatur berbagai respons tubuh. Respons tersebut dapat meningkatkan konsentrasi sekaligus membantu mengurangi rasa stres pada kondisi tertentu. Namun, efek kafein tetap bergantung pada kondisi kesehatan dan respons tubuh masing-masing individu.
Meski demikian, konsumsi kopi tidak selalu memberikan dampak positif ketika seseorang mengalami tekanan psikologis berlebihan. Saat tubuh mengalami stres, hormon kortisol meningkat untuk membantu menyediakan energi menghadapi berbagai tantangan yang muncul. Konsumsi kafein berlebihan pada kondisi tersebut justru berpotensi memperkuat respons stres sehingga memunculkan rasa cemas berlebihan.
Para ahli menyarankan konsumsi kopi dilakukan secara bijak agar manfaatnya tetap dapat dirasakan tanpa menimbulkan risiko kesehatan. Batas konsumsi yang dianjurkan yakni tidak lebih dari empat cangkir kopi dalam satu hari. Selain itu, hindari mengonsumsi kopi setelah pukul 14.00 agar kualitas tidur tetap terjaga dengan baik.
Istirahat yang cukup juga menjadi faktor penting dalam membantu tubuh mengelola stres secara optimal setiap harinya. Tidur selama tujuh hingga delapan jam membantu menjaga keseimbangan hormon dan meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan pola konsumsi yang tepat, kopi dapat menjadi pelengkap gaya hidup sehat tanpa mengganggu kondisi kesehatan jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....