UB Kembangkan Sunscreen Anak dari Rambut Jagung Berbasis Inovasi Lokal
- 29 Apr 2026 18:11 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Inovasi berbasis riset kembali dikembangkan perguruan tinggi melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai tinggi. Universitas Brawijaya menghadirkan sunscreen anak berbahan dasar ekstrak rambut jagung melalui produk inovatif terbaru. Produk tersebut dikembangkan dalam lini BOUMI melalui kolaborasi dengan PT Cedefindo di bawah Martha Tilaar Group.
Pengembangan produk ini memanfaatkan limbah rambut jagung sebagai bahan aktif alami yang memiliki potensi besar. Kandungan tersebut diketahui memiliki kemampuan melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet secara optimal. Inovasi ini menjadi contoh nyata pemanfaatan sumber daya lokal dalam pengembangan produk kesehatan.
Produk sunscreen ini memiliki kandungan SPF 50 PA++ yang mampu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Selain itu, formulanya juga dirancang untuk menjaga kelembapan kulit anak selama beraktivitas di luar ruangan. Kombinasi manfaat tersebut menjadikan produk ini relevan untuk kebutuhan perlindungan kulit anak.
Untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan, formulasi produk dipadukan dengan minyak atsiri dan aroma lavender alami. Kandungan ini memberikan sensasi yang lebih nyaman saat digunakan oleh anak-anak dalam aktivitas sehari-hari. Pendekatan ini menunjukkan perhatian terhadap aspek kenyamanan sekaligus keamanan pengguna.
Produk ini juga dirancang dalam bentuk spray agar lebih praktis dan mudah digunakan oleh anak usia 4 hingga 14 tahun. Desain kemasan tersebut memudahkan aplikasi tanpa harus menggunakan metode oles secara manual. Kemudahan penggunaan menjadi faktor penting dalam mendukung kebiasaan perlindungan kulit sejak dini.
Saat ini, produk telah memasuki tahap produksi massal dengan dukungan bahan baku dari petani lokal. Hal ini menunjukkan adanya proses hilirisasi riset dari laboratorium menuju skala industri secara nyata. Keterlibatan petani juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di sektor pertanian.
Pemanfaatan limbah rambut jagung dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus menciptakan nilai tambah baru. Inovasi ini membuka peluang ekonomi berbasis sumber daya lokal yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, langkah ini juga mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan limbah.
Ke depan, penelitian lanjutan akan terus dilakukan untuk mengembangkan potensi lain dari bahan tersebut. Pengembangan diarahkan pada produk minuman herbal serta aplikasi kesehatan lainnya yang masih dalam tahap riset. Upaya ini menunjukkan komitmen dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan produk berbasis riset di berbagai sektor. Kolaborasi antara akademisi dan industri menjadi kunci dalam mempercepat hilirisasi hasil penelitian. Dengan demikian, potensi sumber daya lokal dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....