Mengenal Saraf Terjepit yang Kini Menyerang Anak Muda

  • 29 Apr 2026 10:00 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Saraf terjepit dahulu dikenal sebagai penyakit yang terjadi hanya pada lansia. Baru-baru ini sebuah jurnal dari Frontiers in Surgery mencatat, setidaknya terdapat kenaikan kasus saraf terjepit sebanyak 6,8% pada anak berusia di bawah 21 tahun.

Melansir laman Eka Hospital, saraf terjepit adalah istilah yang menggambarkan saraf yang terjepit di antara jaringan lunak lain, seperti di antara ligamen atau otot yang meradang dan bengkak. Saraf yang terjepit ini memberikan efek nyeri atau sakit pada bagian yang terdampak.

Saraf terjepit dapat terjadi pada beberapa bagian tubuh mana pun. Namun umumnya saraf terjepit terjadi di area saraf tulang belakang seperti leher, tulang belakang atau pergelangan tangan.

Umumnya siapa saja bisa terkena saraf terjepit, tidak hanya seseorang dengan usia lanjut. Namun seseorang yang berada pada usia 25 tahun ke atas cenderung lebih sering kena saraf terjepit, hal ini dikarenakan pada usia tersebut seseorang akan memiliki kebiasaan duduk lama saat bekerja.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan saraf seseorang terjepit, bisa karena kelebihan berat badan atau obesitas, bisa juga karena posisi duduk yang tidak ergonomis dan karena duduk terlalu lama. Selain itu, kebiasaan menggunakan gadget terlalu lama juga dapat menyebabkan saraf terjepit.

Gejala awal kena saraf terjepit pun bervariasi, seperti kesemutan, sensasi panas terbakar dan rasa sakit yang menjalar ke beberapa bagian sekitar saraf yang terjepit. Namun jika sudah terlalu parah, gejala yang timbul bisa mati rasa dan kelemahan area saraf yang terjepit.

Pastikan rutin peregangan, olahraga dan tidak duduk terlalu lama. Apabila muncul gejala seperti yang disebutkan, bisa berkonsultasi dengan profesional seperti Dokter Spesialis Ortopedi subspesialis tulang belakang atau Spesialis Saraf.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....