Ilmuwan Oxford: Kerja Pagi Tidak Sehat
- 05 Feb 2026 09:51 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Memulai aktivitas kerja sebelum pukul 10 pagi selama ini dianggap sebagai simbol disiplin dan produktivitas. Namun, pandangan tersebut mulai dipatahkan oleh temuan ilmiah. Bekerja terlalu pagi ternyata bukan hanya membuat tubuh mengantuk, tetapi juga dapat menyiksa sistem biologis manusia secara serius.
Dr. Paul Kelley dari Sleep and Circadian Neuroscience Institute, University of Oxford, menjelaskan bahwa jam kerja pagi buta sangat bertentangan dengan ritme alami tubuh manusia. Setiap individu memiliki jam internal atau ritme sirkadian yang mengatur kapan tubuh harus bangun, aktif, dan beristirahat. Ritme ini tidak bisa dipaksa mengikuti aturan sosial tanpa konsekuensi kesehatan.
Ketika seseorang dipaksa bekerja saat tubuhnya sebenarnya masih membutuhkan tidur, organ vital seperti jantung dan otak akan berada dalam kondisi stres. Dampaknya bukan sekadar rasa kantuk, tetapi juga menurunnya kemampuan fokus, meningkatnya kecemasan, serta melemahnya daya tahan tubuh yang membuat seseorang lebih mudah jatuh sakit.
Menurut Dr. Kelley, solusi yang lebih sehat adalah menggeser waktu mulai kerja menjadi lebih siang. Langkah ini bukan bentuk kemalasan, melainkan pendekatan medis yang mendukung kesehatan mental dan fisik. Tubuh yang cukup tidur akan bekerja lebih optimal, stabil secara emosional, dan memiliki energi yang lebih baik sepanjang hari.
Dengan ritme kerja yang selaras dengan jam biologis, produktivitas justru meningkat. Kreativitas menjadi lebih tajam, pengambilan keputusan lebih rasional, dan risiko gangguan kesehatan dapat ditekan. Karena itu, bangun lebih siang bukan berarti tidak disiplin, melainkan cara cerdas untuk bekerja maksimal dan hidup lebih sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....