Rebung Bambu, Kandidat Superfood Rendah Kalori

  • 25 Jan 2026 12:46 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Rebung bambu mulai dilirik sebagai kandidat superfood baru. Sebuah studi tinjauan sistematis yang dipimpin peneliti dari Anglia Ruskin University mengungkapkan bahwa rebung memiliki profil nutrisi yang padat gizi, tetapi rendah kalori. Temuan ini membuka peluang besar bagi rebung sebagai pangan fungsional yang mendukung kesehatan, terutama di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pola makan sehat berbasis alami.

Secara nutrisi, rebung mengandung serat pangan, protein, asam amino esensial, vitamin, mineral, serta senyawa antioksidan. Kandungan tersebut dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari perbaikan kesehatan metabolik, membantu kontrol gula darah, memperbaiki profil lipid (kolesterol), hingga mendukung fungsi pencernaan. Antioksidan dalam rebung juga berperan melindungi sel tubuh dari stres oksidatif yang berkontribusi terhadap penuaan dini dan penyakit kronis.

Beberapa penelitian yang dianalisis dalam studi ini juga menunjukkan potensi efek antiinflamasi dan probiotik dari rebung. Bahkan, terdapat indikasi bahwa konsumsi rebung dapat membantu menghambat pembentukan senyawa toksik tertentu selama proses pengolahan makanan. Hal ini menjadikan rebung tidak hanya bernilai gizi, tetapi juga berpotensi memberikan perlindungan tambahan bagi kesehatan tubuh.

Meski demikian, konsumsi rebung tidak boleh dilakukan sembarangan. Beberapa spesies bambu diketahui mengandung glikosida sianogenik, senyawa yang dapat melepaskan sianida jika dikonsumsi mentah. Zat ini berbahaya bagi tubuh dan juga berpotensi mengganggu fungsi tiroid. Oleh karena itu, perebusan awal menjadi langkah wajib dalam pengolahan rebung untuk menghilangkan risiko tersebut dan memastikan keamanannya untuk dikonsumsi.

Para peneliti menegaskan bahwa meskipun hasil awal sangat menjanjikan, bukti klinis pada manusia masih terbatas. Diperlukan uji klinis berskala besar dan terkontrol dengan baik sebelum rebung dapat direkomendasikan secara luas sebagai pangan fungsional berbasis bukti ilmiah. Hingga saat itu, rebung tetap dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, dengan catatan diolah secara benar dan aman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....