Sinyal Psikologis Grooming pada Anak

  • 25 Jan 2026 09:19 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan pelaku untuk membangun kepercayaan anak dengan tujuan eksploitasi, terutama seksual. Proses ini sering terjadi secara bertahap dan halus, sehingga sulit disadari oleh orang tua maupun lingkungan sekitar.

Karena itu, mengenali sinyal psikologis pada anak menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih serius.

1. Perubahan Emosi yang Mendadak

Anak yang mengalami grooming sering menunjukkan perubahan emosi tanpa sebab yang jelas. Mereka bisa tiba-tiba menjadi pendiam, murung, mudah menangis, atau justru tampak terlalu patuh dan takut mengecewakan orang tertentu. Ledakan emosi seperti marah berlebihan atau kecemasan juga bisa menjadi tanda.

2. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

Salah satu sinyal yang cukup sering muncul adalah anak mulai menarik diri dari keluarga, teman, atau aktivitas yang sebelumnya disukai. Anak mungkin memilih menyendiri, menghindari interaksi, atau kehilangan minat bermain dan bersosialisasi.

3. Perubahan Pola Tidur dan Makan

Gangguan tidur seperti mimpi buruk, sulit tidur, atau sering terbangun di malam hari bisa menjadi indikator tekanan psikologis. Selain itu, perubahan nafsu makan baik menurun drastis maupun meningkat berlebihan juga patut diwaspadai.

4. Rasa Takut atau Cemas Berlebihan

Anak korban grooming sering menunjukkan ketakutan yang tidak spesifik, misalnya takut berada di tempat tertentu, takut menggunakan gawai, atau cemas saat menerima pesan atau panggilan. Mereka juga bisa tampak gelisah ketika ditanya tentang aktivitas sehari-hari.

5. Menunjukkan Perilaku Rahasia

Pelaku grooming kerap meminta anak merahasiakan hubungan mereka. Akibatnya, anak menjadi sangat protektif terhadap ponsel, media sosial, atau percakapan tertentu. Anak bisa panik saat gawainya diperiksa atau enggan bercerita tentang dengan siapa ia berkomunikasi.

6. Perubahan Cara Berpikir tentang Diri Sendiri

Grooming dapat memengaruhi cara anak memandang dirinya. Anak mungkin merasa bersalah, malu, atau menganggap dirinya “buruk”. Rasa percaya diri menurun dan muncul pernyataan negatif tentang diri sendiri menjadi sinyal yang perlu diperhatikan.

7. Perilaku yang Tidak Sesuai Usia

Dalam beberapa kasus, anak menunjukkan pengetahuan atau perilaku yang tidak sesuai dengan tahap usianya. Hal ini bisa menjadi dampak dari paparan konten atau percakapan yang tidak pantas selama proses grooming.

Sinyal psikologis grooming pada anak sering kali tidak terlihat secara langsung, namun dampaknya sangat serius bagi kesehatan mental dan perkembangan anak. Kesadaran, edukasi, dan peran aktif orang dewasa menjadi kunci utama dalam melindungi anak dari ancaman grooming dan kekerasan seksual.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....