Minuman Manis: Ancaman Nyata untuk Ginjal

  • 05 Agt 2025 13:23 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Minuman manis seperti teh manis, kopi susu, soda, minuman energi, dan minuman kemasan lainnya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern. Rasanya yang nikmat memang menggoda, namun di balik kesegarannya, tersimpan bahaya besar bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menetapkan batas maksimal konsumsi gula harian sebanyak 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari. Sementara itu, American Heart Association (AHA) menyarankan batas yang lebih rendah, yakni hanya 6 sendok teh (sekitar 25 gram atau 100 kalori) untuk wanita dan 9 sendok teh (sekitar 150 kalori) untuk pria per hari.

Sayangnya, banyak orang yang secara tidak sadar melampaui batas ini hanya dari minuman manis saja. Sebotol minuman teh kemasan, misalnya, bisa mengandung 20-30 gram gula atau lebih hampir setara dengan batas maksimal harian dalam satu porsi minuman.

Catat, ini bahaya konsumsi minuman manis berlebih:

1. Peningkatan Risiko Diabetes Tipe 2

Gula berlebih dalam tubuh dapat meningkatkan resistensi insulin. Dalam jangka panjang, hal ini menyebabkan pankreas bekerja lebih keras hingga akhirnya kelelahan dan menurunkan produksi insulin—yang berujung pada diabetes tipe 2.

2. Kegemukan dan Obesitas

Kalori dari minuman manis cenderung “kosong”, artinya tidak memberikan rasa kenyang tetapi menyumbang energi berlebih. Akibatnya, konsumsi minuman manis berlebihan sangat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan obesitas, yang merupakan faktor risiko banyak penyakit kronis lainnya.

3. Penyakit Jantung

Kelebihan gula dapat meningkatkan kadar trigliserida, tekanan darah, dan peradangan semuanya faktor risiko utama penyakit jantung. Studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi gula berlebih memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung lebih tinggi.

4. Kerusakan Gigi

Bakteri di dalam mulut menggunakan gula sebagai sumber makanan dan menghasilkan asam yang merusak enamel gigi. Ini menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi.

Meskipun minuman manis menyegarkan, risiko kesehatannya sangat nyata jika dikonsumsi secara berlebihan. Mengurangi asupan gula, terutama dari minuman manis, adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan jantung, ginjal, serta mencegah obesitas dan diabetes.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....