Brain Rot Turunnya Kemampuan Intelektual Akibat Konten Bermutu Rendah
- 24 Mar 2025 13:36 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Fenomena brain rot merupakan kondisi yang memiliki dampak besar akibat tingginya mengonsumsi konten daring bermutu rendah. Kebiasaan dalam mengonsumsi konten tersebut secara berlebihan diprediksi akan mempengaruhi kesehatan kognitif dan mental.
Merujuk jurnal ilmiah yang berjudul "Intense Short-Video - Based Social Media Use reduces the P300 Event - Related Potential Component in a Visual Oddball Experiment: A Sign for Reduced Attention" memperlihatkan dampak dari konsumsi konten bermutu rendah dalam hal ini video pendek di sosial media. Hasil penelitian memperlihatkan menonton video pendek yang berlebihan memiliki hubungan dengan menurunnya tingkat konsentrasi atau perhatian seseorang.
Studi tersebut juga memperlihatkan bahwa pengguna berat media sosial berbasis video pendek mampu mengurangi aktivitas otak dalam memproses perhatian. Jurnal ilmiah yang terbit pada 22 Februari 2024 ditulis oleh Peter Walla dan Yu Zheng dari Sigmund Freud University, dan Newcastle University.
Brain rot sendiri secara harafiah diartikan sebagai pembusukan otak menjadi "word of the year" oleh tim bahasa Oxford pada tahun 2024. Melansir BBC, Casper Grathwohl, Presiden Oxford Language, penobatan Brain rot mencerminkan kecemasan masyarakat.
Kecemasan tersebut berangkat dari sadarnya masyarakat akan kondisi di dunia virtual yang berisi dengan konten yang bermutu rendah. Selain itu secara historis, istilah brain rot terdapat pada buku yang ditulis Henry David Thoreau yang berjudul "Walden" pada tahun 1845.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....