Mengenal Pasukan Elite TNI dan Tugas Khusus di Tiga Matra
- 05 Okt 2026 11:45 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Pasukan elite TNI merupakan prajurit pilihan yang mendapat pelatihan khusus untuk menghadapi misi berisiko tinggi. Mereka disiapkan menjalankan operasi yang membutuhkan kemampuan fisik, mental, taktik, serta keahlian khusus.
Pasukan elite menjalani proses seleksi ketat sebelum mengikuti pendidikan dan pelatihan lanjutan. Kemampuan tersebut mencakup penguasaan berbagai medan, penembakan, bela diri, hingga operasi penyelamatan.
Berbeda dengan pasukan reguler, pasukan khusus umumnya menjalankan misi dengan tingkat kesulitan dan risiko lebih tinggi. Tugasnya dapat mencakup operasi khusus, penanggulangan teror, pengintaian, hingga pembebasan sandera.
Pasukan elite menjadi prajurit pilihan yang disiapkan menghadapi situasi kritis dan misi khusus. Dalam pelaksanaan tugas, mereka biasanya bergerak dalam unit beranggotakan relatif sedikit dengan kemampuan terlatih.
Di lingkungan TNI Angkatan Darat, salah satu pasukan khusus yang dikenal adalah Komando Pasukan Khusus atau Kopassus. Kopassus memiliki kemampuan dalam operasi khusus, intelijen, sabotase, penanggulangan teror, dan perang non-konvensional.
TNI AD juga memiliki Satuan 81 Penanggulangan Teror yang merupakan bagian dari Kopassus. Satuan tersebut dipersiapkan menghadapi ancaman terorisme tingkat tinggi, termasuk pembajakan dan pembebasan sandera.
Pada TNI Angkatan Laut, terdapat Komando Pasukan Katak atau Kopaska sebagai salah satu pasukan khusus. Kopaska memiliki kemampuan operasi bawah air, infiltrasi, sabotase maritim, dan operasi amfibi.
TNI AL juga memiliki Batalyon Intai Amfibi atau Yontaifib di lingkungan Korps Marinir. Unit tersebut bertugas melaksanakan pengintaian taktis serta operasi khusus sebelum pendaratan pasukan utama.
Selain itu, terdapat Detasemen Jalamangkara atau Denjaka yang merupakan pasukan antiteror aspek laut. Denjaka beranggotakan personel terpilih dari Kopaska dan Taifib untuk menjalankan operasi khusus tertentu.
Sementara itu, TNI Angkatan Udara memiliki Komando Pasukan Gerak Cepat atau Kopasgat. Kopasgat memiliki kemampuan dalam operasi perebutan dan pertahanan pangkalan udara serta pengendalian tempur.
Kopasgat juga memiliki Satuan Bravo 90 yang disiapkan menghadapi ancaman terorisme di lingkungan udara. Satuan tersebut memiliki kemampuan menangani pembajakan pesawat serta mengamankan objek strategis dan alutsista udara.
Keberadaan pasukan khusus memperkuat kemampuan TNI dalam menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan terukur. Setiap satuan memiliki karakteristik serta kemampuan berbeda sesuai kebutuhan operasi masing-masing matra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....