Hari Kunjung Perpustakaan, Mengenal Tiga Pustakawan Indonesia

  • 02 Sep 2026 12:21 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Hari Kunjung Perpustakaan diperingati setiap 14 September untuk mendorong masyarakat meningkatkan budaya literasi. Momentum tersebut mengajak masyarakat menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar dan mengakses berbagai sumber pengetahuan.

Perpustakaan bukan sekadar tempat meminjam buku, tetapi menjadi pintu menuju pengetahuan yang terus berkembang. Peran pustakawan juga penting dalam memastikan pengetahuan terdokumentasi dan tersimpan untuk generasi mendatang.

Perubahan perangkat dan format penyimpanan informasi tidak menghilangkan peran pustakawan dalam menjaga keberlanjutan pengetahuan. Berikut tiga tokoh pustakawan Indonesia yang memiliki kontribusi penting dalam perkembangan dunia kepustakaan nasional.

Raden Patah

Raden Patah, yang akrab disapa Pak Patah, lahir pada 1903 dan dikenal sebagai perintis kepustakaan Indonesia. Ia pernah menjadi kepala pustakawan museum sebelum dipercaya memimpin Perpustakaan Negara di Yogyakarta hingga pensiun pada 1958.

Patah merupakan pustakawan otodidak yang memiliki pengalaman luas dalam menghubungkan berbagai perpustakaan di Jawa dan Sumatera. Ia pernah mengikuti ujian Ambtenaar Kecil untuk menjadi pegawai pemerintah pribumi pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

Lingkungan perpustakaan membentuk kemampuan bahasanya hingga menguasai Belanda, Inggris, Prancis, dan Jerman. Kemampuannya tersebut mendukung perannya dalam mengembangkan kepustakaan Indonesia pada masa awal perkembangannya.

J.N.B. Tairas

J.N.B. Tairas menjadi pustakawan Indonesia pertama yang mewakili Indonesia dalam konferensi katalogisasi internasional. Ia juga menjadi pembicara pada International Conference on Cataloging Principles di Paris, Prancis, pada Oktober 1961.

Karier Tairas di dunia perpustakaan dimulai pada 1952 dan berlangsung hingga wafat pada 27 Mei 2004. Perjalanannya sebagai pustakawan bermula ketika diterima bekerja di Perpustakaan Rakyat Makassar.

Sepanjang kariernya, Tairas menghasilkan berbagai karya yang berpengaruh terhadap katalogisasi dan klasifikasi perpustakaan Indonesia. Beberapa karyanya antara lain Peraturan Katalogisasi Indonesia, Pedoman Tajuk Subjek Perpustakaan, serta Simplifikasi Katalog. Karya-karya tersebut menjadi bagian dari perkembangan pemikiran dan praktik kepustakaan di Indonesia.

Putu Laxman Pendit

Putu Laxman Sanjaya Pendit dikenal sebagai pustakawan sekaligus penulis, peneliti, pendidik, dan guru. Ia memiliki perhatian besar terhadap perkembangan ilmu informasi dan perpustakaan di Indonesia.

Kontribusinya tidak hanya melalui praktik kepustakawanan, tetapi juga lewat pendidikan, penelitian, dan penulisan. Peran tersebut memperlihatkan bahwa profesi pustakawan berkembang seiring perubahan kebutuhan masyarakat terhadap informasi.

Ketiga tokoh tersebut menunjukkan bahwa pustakawan memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pengetahuan Indonesia. Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan menjadi momentum untuk kembali mengenali kontribusi mereka terhadap perkembangan literasi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....