Hijaukan Pekarangan, Bersihkan Lingkungan: Upaya PKK Marikurubu Go Digital

  • 19 Agt 2026 12:40 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Kota Ternate, yang dikenal indah di bawah pesona Gunung Gamalama, kini menghadapi tantangan khas daerah perkotaan: tingkat pengangguran terbuka dan permasalahan limbah rumah tangga. Namun, dari sudut Kelurahan Marikurubu, sebuah gerakan ekonomi hijau berbasis perempuan hadir membawa angin segar dan solusi nyata.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka pengangguran perempuan di Kota Ternate mencapai 2.130 orang. Sebagian besar di antaranya adalah ibu rumah tangga yang menghadapi hambatan sistemik untuk masuk ke sektor formal. Di sisi lain, limbah domestik seperti sisa dapur organik dan sampah plastik bekas kerap terbuang ke saluran drainase tanpa pengolahan, yang berdampak pada pencemaran lingkungan.

Melihat potensi tersembunyi tersebut, tim akademisi dari Universitas Khairun (Unkhair) yang dipimpin oleh Syahroni, S.P., M.Si, bersama Fatmawati Kaddas, S.P., M.Si, Betty Kadir Lahati, S.P., M.Si, serta melibatkan mahasiswa agribisnis, meluncurkan program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat untuk Kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Marikurubu.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kemitraan Masyarakat (PkM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

1. Mengubah Sampah Dapur Menjadi Ekoenzim & Kompos

Program ini mengusung prinsip ekonomi sirkular (circular economy) yang mengubah pandangan bahwa sampah adalah masalah menjadi sumber daya bernilai. Melalui teknologi ramah lingkungan, limbah organik rumah tangga (sisa buah dan sayur) diolah menjadi ekoenzim. Cairan hasil fermentasi ini kaya manfaat, mulai dari pembersih serbaguna hingga pupuk cair.

Sementara itu, sampah plastik seperti botol dan gelas bekas didaur ulang menggunakan mesin pencacah dan dimanfaatkan sebagai wadah vertikultur. Langkah ini tidak hanya mengurangi volume sampah lingkungan, tetapi juga memangkas biaya modal usaha.

2. Menghijaukan Pekarangan Sempit dengan Vertikultur

Keterbatasan lahan pemukiman bukan lagi penghalang untuk produktif. Melalui inovasi pertanian vertikultur dan hidroponik, ibu-ibu PKK dilatih menanam sayuran daun bernilai ekonomi tinggi dan berumur panen singkat (30 hari), seperti selada, pakcoy, kangkung, dan bayam.

Hasil panen ini memberikan dua manfaat ganda:

Aspek Sosial & Kesehatan: Menjamin ketersediaan bahan pangan segar dan bergizi bagi keluarga guna mendukung pencegahan stunting.

Aspek Ekonomi: Menjadi komoditas unggulan baru yang siap dipasarkan.

3. Ibu Rumah Tangga Melek Digital: Dari Pekarangan Menembus Marketplace

Agar produk olahan dan hasil panen tidak hanya terjual di lingkungan sekitar, tim pengusul memberikan pendampingan pemasaran digital (digital marketing) secara intensif:

Peningkatan Branding & Kemasan: Menggunakan aplikasi desain kreatif (Canva) untuk membuat identitas merek, logo, serta label kemasan yang menarik.

Pemanfaatan Media Sosial & Marketplace: Melatih tata cara pembuatan konten promosi visual, foto produk, serta pengelolaan akun bisnis di Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business.

Strategi Pemasaran

Terstruktur: Menyusun kalender konten bulanan agar promosi dan interaksi dengan konsumen di dunia maya berjalan konsisten.

Mendukung Agenda SDGs dan Nawa Cita Pembangunan

Inisiatif pemberdayaan masyarakat ini tidak hanya menyelesaikan masalah lokal, tetapi juga berkontribusi pada capaian global dan nasional. Program ini secara langsung mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Di tingkat nasional, gerakan ini menjadi wujud nyata dari agenda Asta Cita dalam membangun perekonomian dari tingkat tapak/desa serta penguatan ekonomi kreatif.

Lewat sentuhan teknologi, pendampingan berkelanjutan, dan semangat kewirausahaan, Srikandi PKK Marikurubu kini telah membuktikan bahwa kemandirian ekonomi keluarga dan pelestarian lingkungan dapat dimulai dari halaman rumah sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....