Dari Wairoro ke NASA, Jejak Uriel Algiffari Mengukir Prestasi Mendunia
- 17 Jul 2026 05:38 WIB
- Ternate
DI SEBUAH ruang belajar sederhana di Halmahera Tengah, rasa ingin tahu seorang pelajar perlahan tumbuh menjadi prestasi mendunia membanggakan. M. Uriel Algiffari, pelajar berusia 14 tahun, berhasil memperoleh apresiasi resmi dari NASA melalui program Vulnerability Disclosure Program bergengsi internasional.
Surat penghargaan itu diberikan setelah Uriel menemukan serta melaporkan kerentanan keamanan pada sistem web NASA secara bertanggung jawab sesuai prosedur.
Kontribusi tersebut mendapat pengakuan NASA karena membantu meningkatkan keamanan, integritas, serta keandalan sistem informasi lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut.
Namun perjalanan Uriel tidak dimulai dari dunia keamanan siber, melainkan dari kecintaannya terhadap matematika sejak masih sekolah dasar dahulu. Kemampuan berpikir logisnya mulai terlihat ketika mengikuti pelatihan Matematika GASING yang digelar Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah pada tahun 2023.
Saat mengikuti pelatihan itu, Uriel yang masih bersekolah di SD Negeri 2 Wairoro menunjukkan kemampuan menyerap materi lebih cepat. Guru pendamping bersama Prof. Yohanes Surya melihat potensi besar sehingga bakat Uriel terus memperoleh perhatian melalui pembinaan berkelanjutan selanjutnya.
Kesempatan belajar yang terus terbuka membawa Uriel meraih prestasi pada kompetisi Matematika GASING tingkat nasional di Kota Bitung kemudian. Setahun berselang, Uriel kembali mengharumkan nama Indonesia setelah meraih peringkat ketiga kompetisi Matematika GASING internasional di Seoul Korea Selatan.
Prestasi matematika tersebut menjadi fondasi penting ketika Uriel mulai mempelajari pemrograman, keamanan siber, serta berbagai teknologi digital secara mandiri. Kemampuan menganalisis pola dan memecahkan persoalan membuatnya mampu memahami sistem keamanan digital yang jauh lebih kompleks kemudian.
Ketekunan belajar akhirnya mengantarkan Uriel mengikuti NASA Vulnerability Disclosure Program yang mempertemukan peneliti keamanan siber berbagai negara dunia. Melalui program resmi tersebut, Uriel berhasil menemukan kerentanan keamanan dan menyampaikan laporan sesuai mekanisme responsible disclosure yang berlaku.
NASA kemudian mengirimkan surat apresiasi resmi yang ditandatangani Senior Agency Information Security Officer Kelvin Taylor kepada Uriel sebagai penghargaan.
Pengakuan tersebut menempatkan nama pelajar Halmahera Tengah sejajar bersama peneliti keamanan siber dari berbagai negara berpengalaman lainnya di dunia.
Di balik capaian membanggakan itu, Uriel merupakan putra pasangan guru yang selama ini mengabdi di Kabupaten Halmahera Tengah setempat. Dukungan keluarga, guru, sekolah, serta lingkungan pendidikan menjadi kekuatan penting dalam membentuk karakter belajar Uriel sejak usia dini dahulu.
Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji meyakini pembangunan terbaik dimulai dari investasi sumber daya manusia yang dilakukan secara konsisten berkelanjutan.
"Lebih baik saya membangun sumber daya manusia dan menjaga kualitas kehidupan rakyat daripada membangun gedung dan bangunan," ujar Ikram.
Bagi Halmahera Tengah, prestasi Uriel bukan sekadar penghargaan dari NASA, melainkan bukti kesempatan mampu melahirkan talenta kelas dunia sesungguhnya. Kisah Uriel menjadi pengingat bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari desa, sekolah, dan ruang belajar sederhana penuh semangat setiap hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....