Belum Sempat Bayar Fidyah atau Qadha Puasa, begini Ini Cara Melunasinya

  • 31 Mar 2026 04:59 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Setelah menjalani bulan suci Ramadan, umat Islam merayakan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri. Namun, tidak semua kewajiban ibadah telah selesai. Masih ada sebagian umat Muslim yang memiliki tanggungan puasa yang belum ditunaikan, baik karena uzur syar’i maupun alasan lainnya. Dalam kondisi ini, muncul pertanyaan penting: bagaimana cara Bayar Fidyah atau Qadha Puasa yang tertunda?

Memahami kewajiban Bayar Fidyah atau Qadha Puasa sangat penting agar ibadah kita tetap sempurna dan sesuai syariat. Islam memberikan kemudahan bagi umatnya dalam mengganti puasa yang ditinggalkan, baik melalui qadha (mengganti puasa di hari lain) maupun fidyah (memberi makan orang miskin).

Dari Situs baznas.go.id di jelaskan bagaimana cara memahami perbedaan antara fidyah dan qadha yang menjadi langkah awal sebelum menentukan cara Bayar Fidyah atau Qadha Puasa yang tepat.

- Pertama, Bayar Fidyah atau Qadha Puasa memiliki dasar hukum yang berbeda. Qadha diwajibkan bagi mereka yang masih mampu berpuasa, seperti orang sakit sementara atau wanita yang haid. Sementara fidyah diperuntukkan bagi mereka yang tidak mampu berpuasa secara permanen, seperti lansia atau penderita sakit kronis.

- Kedua, dalam praktik Bayar Fidyah atau Qadha Puasa, qadha dilakukan dengan mengganti puasa di hari lain sebanyak hari yang ditinggalkan. Sedangkan fidyah dilakukan dengan memberi makan fakir miskin, biasanya satu porsi makanan untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

- Ketiga, penting untuk memahami bahwa tidak semua orang bisa memilih antara Bayar Fidyah atau Qadha Puasa. Ada kondisi tertentu yang mengharuskan seseorang hanya melakukan salah satu di antaranya, sesuai dengan ketentuan syariat.

- Keempat, dalam kondisi tertentu seperti ibu hamil atau menyusui, ulama berbeda pendapat mengenai kewajiban Bayar Fidyah atau Qadha Puasa. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti pendapat ulama yang diyakini atau berkonsultasi dengan ahli agama.

- Kelima, memahami perbedaan ini membantu kita agar tidak salah dalam Bayar Fidyah atau Qadha Puasa, sehingga ibadah kita sah dan diterima oleh Allah SWT.

Bulan Syawal menjadi waktu yang tepat untuk mulai melunasi kewajiban Bayar Fidyah atau Qadha Puasa yang tertunda selama Ramadan.

Pertama, untuk Bayar Fidyah atau Qadha Puasa dalam bentuk qadha, Kita dapat mulai berpuasa di bulan Syawal setelah Idul Fitri. Puasa ini bisa dilakukan bertahap sesuai kemampuan hingga jumlah hari yang ditinggalkan terpenuhi. Kedua, dalam praktik Bayar Fidyah atau Qadha Puasa, fidyah dapat dibayarkan dengan memberikan makanan pokok seperti nasi atau bahan makanan kepada fakir miskin. Besarannya biasanya setara dengan satu porsi makanan per hari puasa. Ketiga, Bayar Fidyah atau Qadha Puasa juga bisa dilakukan melalui lembaga amil zakat terpercaya yang akan menyalurkan fidyah kepada yang berhak. Ini menjadi solusi praktis bagi masyarakat modern.Keempat, waktu pelaksanaan Bayar Fidyah atau Qadha Puasa sebaiknya tidak ditunda terlalu lama. Semakin cepat dilaksanakan, semakin baik agar tidak menumpuk hingga Ramadan berikutnya.Kelima, penting untuk meluruskan niat saat Bayar Fidyah atau Qadha Puasa, karena niat merupakan bagian utama dalam ibadah agar mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Menyegerakan kewajiban ibadah memiliki banyak keutamaan, termasuk dalam Bayar Fidyah atau Qadha Puasa.

Pertama, Bayar Fidyah atau Qadha Puasa yang disegerakan menunjukkan ketaatan dan kesungguhan seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Kedua, dengan segera Bayar Fidyah atau Qadha Puasa, hati menjadi lebih tenang karena tidak memiliki beban ibadah yang tertunda.

Ketiga, menyegerakan Bayar Fidyah atau Qadha Puasa juga membuka peluang mendapatkan pahala lebih besar, terutama jika dilakukan di bulan Syawal yang penuh keberkahan.

Keempat, Bayar Fidyah atau Qadha Puasa yang dilakukan tepat waktu mencerminkan sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai seorang Muslim.

Kelima, keutamaan lainnya adalah terhindar dari risiko lupa atau lalai dalam menunaikan Bayar Fidyah atau Qadha Puasa.

Agar tidak menunda lagi, diperlukan strategi dalam melaksanakan Bayar Fidyah atau Qadha Puasa.

Dengan cara : buat jadwal khusus untuk Bayar Fidyah atau Qadha Puasa, misalnya menentukan hari-hari tertentu untuk qadha puasa. Niatkan dengan sungguh-sungguh bahwa Bayar Fidyah atau Qadha Puasa adalah kewajiban yang harus ditunaikan, bukan sekadar pilihan. Libatkan keluarga atau teman agar saling mengingatkan dalam menjalankan Bayar Fidyah atau Qadha Puasa. Manfaatkan layanan digital atau lembaga zakat untuk mempermudah Bayar Fidyah atau Qadha Puasa. Dan selalu berdoa agar dimudahkan dalam melaksanakan Bayar Fidyah atau Qadha Puasa hingga selesai. Melunasi kewajiban Bayar Fidyah atau Qadha Puasa adalah bagian penting dari kesempurnaan ibadah seorang Muslim setelah Ramadan. Jangan biarkan kewajiban ini tertunda hingga menjadi beban di kemudian hari.

Dengan memahami cara, hukum, dan keutamaan Bayar Fidyah atau Qadha Puasa, kita dapat menjalankannya dengan lebih ringan dan penuh kesadaran. Bulan Syawal adalah momentum terbaik untuk memulai dan menyelesaikan tanggungan tersebut.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....