Mengenal Korps Zeni TNI-AD
- 15 Okt 2025 11:44 WIB
- Ternate
KBRN Ternate : Seluruh Angkatan Darat di dunia sangat membutuhkan satuan Zeni di masa modern seperti sekarang ini. Satuan ini disebut juga dengan istilah genie atau teknik.
Angkatan Darat Indonesia yang berada di bawah naungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga membutuhkan yang namanya satuan Zeni. Maka dari itu,ada istilah Direktorat Zeni Angkatan Darat di dalam TNI-AD Indonesia.
Pada era Hindia Belanda, terdapat tentara kerajaan di zaman Hindia Belanda bernama Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL) yang juga memiliki satuan Kesenjataan Zeni atau Wapen der Genie. Satuan ini sendiri termasuk satuan bantuan tempur yang bertugas untuk membantu melancarkan pergerakan para pasukan infanteri serta pergerakan lainnya.
Mendiang veteran kolonel KNIL, CA Heshusius pada Soldaten van der Kompagnie KNIL (1986:61) menyatakan bahwa kesenjataan tersebut relatif kecil namun kesenjataan teknik tersebut selalu ikut serta dalam setiap ekspedisi militer. Heshusius juga menyatakan bahwa satuan tersebut merupakan konstruksi militer yang terorganisir secara lokal serta regional.
Dalam satuan kesenjataan tersebut, terdapat pengawas beserta perwira. Tugas dari satuan ini adalah untuk membangun perbentengan, kamp, jembatan, penghancuran, landasan udara, hingga sarana perhubungan.
Pada tahun 1981, satuan kesenjataan tersebut bertugas untuk mengurus mobil hingga melatih para sopir serta montir.
Beberapa tokoh Indonesia yang pernah menjalani dinas di Zeni KNIL diantaranya adalah Jenderal Tahi Bonar Simatupang selaku mantan Kepala Staf Angkatan Perang. Mayor Jenderal Hein Victor Worang selaku mantan Gubernur Sulawesi Utara, serta Frederich Silaban yang merupakan arsitek Masjid Istiqlal.
TB Simatupang sangat menyadari terkait pilihannya untuk bergabung pada satuan Zeni. Biasanya, keanggotaan ditentukan berdasarkan pemilihan anggota prajurit yang cerdas secara akademik.
TB Simatupang menyatakan bahwa Ia memilih satuan ini karena memenuhi syarat untuk diterima sebagai bagian dari Zeni dimana memiliki angka-angka yang cukup tinggi pada pelajaran eksakta.
Pada masa revolusi, anggota kesenjataan satuan ini tidak mengalami perkembangan. Dalam hal ini termasuk kavaleri, artileri, serta pasukan tank dan meriam yang dikuasai oleh anggota TNI.
Pada masa ini, diketahui bahwa pembangunan TNI pasukan darat lebih banyak fokus pada infanteri.
Moehkardi menyatakan dalam Pendidikan Pembentukan Perwira TNI-AD 1950-1956 bahwa sekelompok pemuda yang dipimpin oleh Ir Suratin telah sukses menyebabkan komandan tentara Jepang menyerahkan berbagai peralatan. Dalam hal ini, Moehkardi, Suratin, serta Ir Nowo membangun satuan Zeni yang diberi nama Dinas Genie pada Kementerian Pertahanan yang selanjutnya diberi nama Zeni pada 15 Oktober 1945.
Eks Zeni KNIL Indonesia kemudian membangun Sekolah Genie di Jawa Barat. Tepatnya pada 12 November 1945 di Batujajar, Bandung Barat. Sementara itu, pada 26 November 1946, Inspektor Zeni dibentuk di Markas Besar Tentara (MBT) Yogyakarta sebagai bagian dari Direktorat Angkatan Darat.
Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat kemudian terbentuk pada 3 Oktober 1950 karena kekurangan perwira serta satuan Zeni. Selanjutnya, pada tahun 1952, nama sekolah tersebut disingkat menjadi SPG iAD yang menerima para lulusan SMA dari jurusan IPA.
Pada tahun 1956, SPG iAD kemudian diubah kembali menjadi AgiAD atau Akademi Genie Angkatan Darat, tepatnya pada tanggal 1 Januari. Pada tahun 1958, ejaan Genie kemudian diganti menjadi Zeni dan nama sekolahnya menjadi AZiAD. Sejak tanggal 10 Mei 1960, nama sekolah diganti kembali menjadi ATEKAD atau Akademi Teknik Angkatan Darat.
Korps Zeni ini memiliki fungsi utama sebagai bantuan tempur, konstruksi, dan bangunan perang. Korps Zeni juga bertugas sebagai pasukan yang memperluas gerak kesatuan kawan dan mempersempit gerak lawan.
Nah biasanya pasukan zeni juga dilatih sebagai penembak, dan apabila dibutuhkan bisa berfungsi sebagai pasukan infanteri sementara. Berikut adalah tugas dari Korps Zeni :
- Memfasilitasi mobilitas pasukan kawan dan menghambat pergerakan musuh.
- Memastikan kelangsungan hidup pasukan kawan, membangun posisi pertempuran, benteng, dan jalan.
- Melakukan misi penghancuran dan membersihkan ladang ranjau secara manual atau melalui penggunaan kendaraan khusus.
- Konstruksi prasarana militer khususnya di daratan.
- Pembangunan perkubuan khususnya konstruksi dan destruksi militer di medan perang.
- Penyamaran atau kamuflase.
- Pelaksanaan zeni tempur khususnya penyediaan fasilitas hidup di lapangan bagi pasukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....