Mengenal Tokoh Pustakawan Indonesia

  • 13 Sep 2025 13:50 WIB
  •  Ternate

KBRN Ternate : Dalam rangka meningkatkan semangat literasi masyarakat dengan gemar melakukan kunjungan ke perpustakaan, ada peringatan Hari Kunjung Perpustakaan yakni setiap 14 September.

Perpustakaan tidak hanya sebagai tempat meminjam buku, melainkan juga merupakan akses ke dunia pengetahuan. Dan Pustakawan bertugas untuk memastikan bahwa pengetahuan terus dicatat dan disimpan untuk masa depan, bahkan saat perangkat dan format penyimpanan informasi telah berubah. Berikut 3 tokoh Pustakawan Indonesia yang hampir terlupakan :

1. Raden Patah : sering disebut 'Pak Patah', lahir pada tahun 1903 dan meninggal pada tahun 1960-an. Pak Patah berhasil menjadi kepala pustakawan museum dan kemudian menjadi kepala Perpustakaan Negara (Perpustakaan Negara) di Yogyakarta. Pensiun pada tahun 1958.

Patah adalah perintis dalam bidang kepustakaan Indonesia. Pak Patah merupakan pustakawan otodidak yang menjadi perantara perpustakaan yang dikunjungi di pulau Jawa dan Sumatera. Pernah mengikuti ujian Ambtenaar kecil (untuk menjadi pegawai pemerintah golongan pribumi) di masa penjajahan Belanda. Karena belajar di lingkungan Perpustakaan (Lembaga Kebudayaan di Jakarta atau Bataviaasch Genootschap van Wetten Kunsten), sehingga ia fasih berbagai bahasa mulai dari bahasa Belanda, Inggris, Perancis, Jerman.

2.J.N.B.Tairas

Pustakawan pertama yang mewakili Indonesia dan juga menjadi pembicara pada International Conference on Cataloging Principles (ICCP) yang diadakan di Paris. Perancis, pada bulan Oktober 1961. Tairan adalah seorang pustakawan yang karirnya dimulai pada tahun 1952. Ia telah mengabdikan dirinya pada dunia perpustakaan sepanjang hidupnya hingga kematiannya pada tanggal 27 Mei. 2004.

Tairas termasuk salah satu orang Indonesia yang masih mengikuti sistem pendidikan Belanda mulai dari SD hingga SMP. Tairas muda melamar pekerjaan dan diterima di Perpustakaan Rakyat Makassar, yang akhirnya menjadi titik awal ia menekuni profesi pustakawan.

Selama berkarir sebagai pustakawan, Tairas banyak melahirkan karya-karya di bidang katalogisasi dan klasifikasi yang sangat penting dalam dunia perpustakaan. Beberapa di antaranya adalah Peraturan Katalogisasi Indonesia (1980), Pedoman Tajuk Subjek Perpustakaan (1990), dan Simplikasi Katalog Suatu Trend Katalogisasi Masa Kini (1995).

3. Putu Laxman Sanjaya Pendit

Putu Laxman Sanjaya Pendit atau biasa dikenal dengan Putu Laxman Pendit seorang pustakawan yang memiliki beberapa kemampuan di bidangnya antara lain menjadi penulis, peneliti, pendidik dan guru di bidang ilmu informasi dan perpustakaan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....