Para Ahli Ilmiah Menyampaikan Bahaya Polusi Plastik

  • 06 Agt 2025 13:29 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Para ahli ilmiah memperingatkan bahaya dari polusi plastik bagi kesehatan manusia, satwa liar, dan ekosistem bumi. Peringatan tersebut terhimpun di dalam kolaborasi riset yang berjudul "Lancet Countdown on Health and Plastics".

Hasil riset berbasis bukti ilmiah tersebut kemudian dibawa ke dalam sidang perundingan Negosiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (INC-52). Perundingan yang dihadiri oleh perwakilan 175 negara tersebut berlangsung sejak 5 - 14 Agustus 2025 di Jeneva, Swiss.

Para ahli yang terlibat dalam pembuatan bukti ilmiah tersebut terdiri dari ahli bidang kesehatan global, ilmu lingkungan, dan politik.

"Kami ingin menunjukkan betapa seriusnya dampak polusi dan kontaminasi plastik kesehatan dan konsekuensi yang akan terjadi jika tidak adanya tindakan tegas yang diambil untuk memberi solusi terhadap persoalan tersebut, " ucap Prof. Rocklov, ketua bersama Countdown.

Secara praktik, kolaborasi riset akan memberi data sebagai dasar pengambilan keputusan sidang perundingan terkait polusi plastik. "Kami akan menyediakan data independen berdasarkan keputusan yang dapat diambil untuk meningkatkan kesehatan masyarakat," kata Rocklov.

Persoalan polusi plastik kini tengah menjadi permasalahan global. Para ahli mengestimasikan terdapat 8 miliar ton sampah plastik yang mencemari planet ini.

Namun, pada yang sama, produksi plastik terus diproduksi. Dalam hasil riset, partikel mikro dan nano serta berbagai bahan kimia plastik ditemukan bahkan hingga di pelosok Bumi.

Hasil riset juga memperlihatkan dampak polusi plastik yang dapat menyebabkan penyakit dan kematian. Selain itu, dampak tersebut sangat berpengaruh kepada kelompok masyarakat rentan akibat dampak kesehatan dari polusi plastik.

Plastik sendiri mengandung 16.000 jenis bahan kimia dan lebih dari 4.200 di antaranya berpotensi berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Hal tersebut termuat di dalam jurnal ilmiah Nature yang rilis pada Rabu (9/7/2025).

Lancet Countdown on Health and Plastics merupakan kolaborasi riset yang mendapat dukungan dari universitas dan lembaga penelitian. Universitas Heidelberg, Boston College, Centre Scienti fique de Monaco dan Yayasan Minderoo menjadi bagian dari kolaborasi riset tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....