Tragedi Pegawai BPS Haltim dan Pesan Moral
- 06 Agt 2025 04:13 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate : Lingkungan kerja BPS Halmahera Timur dikejutkan oleh peristiwa duka yang mendalam. Seorang pegawai perempuan ditemukan meninggal dunia di rumah dinas milik instansi tempatnya bekerja pada Kamis, 31/7/2025) lalu.
Hasil penyidikan sementara menyebutkan peristiwa tersebut diduga melibatkan salah satu rekan kerja korban sendiri. Terduga pelaku, berinisial AH, akhirnya memutuskan menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum pada Senin (4/8/2025) malam.
Dugaan sementara mengarah pada tekanan ekonomi yang dihadapi pelaku akibat kecanduan judi berbasis daring. Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan mental dan finansial bisa berdampak besar pada kehidupan seseorang.
Tokoh perempuan yang juga seorang pendakwah, Radiah Alhadar menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang menyentuh banyak pihak. Menurutnya, kasus ini menyimpan pelajaran penting tentang pentingnya membangun kekuatan spiritual dan moral.
“Dalam Islam, nyawa adalah hal yang sangat suci, membunuh satu tanpa hak sama dengan membunuh seluruh manusia,” katanya. Ia mengutip QS. Al-Ma’idah ayat 32 sebagai dasar pandangan agama terhadap pentingnya menjaga kehidupan.
Ia menjelaskan bahwa kejahatan tidak serta merta lahir tanpa sebab, melainkan tumbuh dari hati yang rapuh. “Ketika jiwa jauh dari iman, akhlak dan kesadaran akan akhirat perlahan-lahan mulai terkikis,” ucapnya.
Terkait judi online, ia menegaskan bahwa Islam mengharamkan segala bentuk perjudian karena efek buruknya terhadap kehidupan manusia. “Allah telah mengharamkan judi karena menumbuhkan kebencian dan menjauhkan manusia dari Allah dan kewajiban shalat,” kata Hj. Radiah.
Menurutnya, lingkungan kerja yang profesional pun tak luput dari potensi krisis moral dan kehilangan kontrol diri. Peristiwa ini jadi pengingat bahwa pendidikan formal tidak selalu seiring dengan kekuatan karakter dan akhlak.
Ia mengajak semua pihak menjadikan shalat sebagai pelindung utama dalam menjaga akhlak dan ketenangan jiwa. “Shalat bukan sekadar ibadah harian, tetapi juga penjaga perilaku dan keteguhan hati kita,” ucapnya tegas.
Radiah Alhadar juga menyoroti peran keluarga, guru, dan pemimpin dalam menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dini. Anak-anak perlu dibimbing agar mengenal Allah, menjalani hidup dengan iman dan rasa takut pada dosa.
Ia menambahkan bahwa kehidupan akan lebih damai bila hubungan dengan Allah dijaga secara sungguh-sungguh. “Kalau hidup terasa berat, mungkin karena shalat kita mulai ditinggalkan dan iman kita melemah,” katanya berpesan.
Tragedi ini menjadi cermin bahwa perhatian terhadap pembangunan rohani tak kalah penting dari aspek lainnya. Radiah berharap generasi muda tumbuh bukan hanya cerdas, tetapi juga kokoh dalam moral dan spiritual.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....