Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia Diperingati Setiap 23 April

  • 22 Apr 2025 17:48 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate – Setiap tanggal 23 April, dunia memperingati Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia sebagai bentuk penghargaan terhadap buku, yang selama berabad-abad menjadi jembatan ilmu pengetahuan, lintas generasi, dan budaya.

Peringatan ini tidak hanya mengingatkan pentingnya membaca, tetapi juga menekankan perlindungan terhadap hak cipta sebagai upaya mendukung kreativitas dan keberagaman literasi. Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia pertama kali ditetapkan pada Konferensi Umum UNESCO di Paris tahun 1995.

Penetapan tanggal 23 April bukan tanpa alasan tanggal tersebut menjadi simbolis karena bertepatan dengan hari wafatnya sejumlah penulis legendaris dunia seperti William Shakespeare, Miguel de Cervantes, dan Inca Garcilaso de la Vega. Mereka adalah tokoh penting dalam sejarah sastra yang karya-karyanya terus hidup hingga kini.

William Shakespeare dikenal sebagai dramawan Inggris terbesar yang pernah ada, Miguel de Cervantes merupakan penulis Don Quixote yang menjadi fondasi sastra Spanyol modern, dan Inca Garcilaso de la Vega dikenang sebagai jembatan antara budaya Inca dan Spanyol melalui karya-karya sejarahnya.

UNESCO memaknai peringatan ini sebagai momen untuk memperjuangkan akses terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan sumber pendidikan, sekaligus mendorong masyarakat untuk mencintai literasi di tengah arus digital yang begitu masif.

Ada banyak cara sederhana namun bermakna untuk merayakan Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia: membeli buku dari penerbit resmi sebagai dukungan terhadap industri kreatif, membaca buku dan mendalami maknanya, hingga menyumbangkan buku kepada mereka yang membutuhkan.

Karena pada akhirnya, buku bukan hanya media cetak, melainkan cahaya yang menuntun peradaban. Membaca satu buku berarti membuka satu jendela dunia yang baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....