Mengenal Tri Tuntutan Rakyat Pada 10 Januari 1966

  • 09 Jan 2025 16:55 WIB
  •  Ternate

KBRN Ternate : Di kutib dari Ensiklopedia Sejarah Indonesia, TRITURA merupakan tuntutan yang dilayangkan melalui gerakan demonstrasi selama lima hari berturut-turut sejak 10 Januari 1966 oleh mahasiswa atas situasi politik dan ekonomi yang kurang kondusif.

TRITURA merupakan Tiga Tuntutan Rakyat yang hadir sebagai respon atas terjadinya peristiwa Gerakan 30 September atau yang dikenal juga dengan nama G30S tahun 1965.

Empat bulan setelah terjadinya peristiwa G30S mahasiswa menganggap bahwa Presiden tidak tegas terhadap PKI karena masih melibatkan orang-orang yang terafiliasi dengan PKI dalam pemerintahan.

PKI sendiri merupakan partai yang dituduh terlibat sebagai aktor utama dalam gerakan penculikan jenderal-jendral pada malam 30 September 1965. TRITURA berisi tiga tuntutan yang dilayangkan kepada Presiden untuk segera dipenuhi.

  • Tiga tuntutan tersebut ialah :
    1. Pembubaran PKI,
    2. Perombakan Kabinet Dwikora,
    3. Turunkan harga kebutuhan pokok.

Kelompok mahasiswa pelopor aksi TRITURA ini merupakan kelompok yang menamakan diri Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). KAMI sudah terbentuk sejak tanggal 25 Oktober 1965 yang dilatarbelakangi oleh sentimen anti komunis yang merebak jauh sebelum peristiwa demonstrasi besar TRITURA tahun 1966.

Aksi demonstrasi TRITURA tidak hanya dijalankan oleh KAMI tapi juga melibatkan beberapa organisasi diantaranya Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI), Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI), Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI), dan beberapa lainnya.

Puluhan ribu mahasiswa terlibat dalam aksi tersebut, massa aksi yang terlibat mendapatkan beberapa dukungan dalam menjalankan aksi demonstrasi untuk menyuarakan TRITURA, Yakni dari masyarakat umum dan juga tentara.

Demonstrasi menyuarakan TRITURA yang dilakukan mahasiswa kemudian ditanggapi oleh Presiden Sukarno dengan dibentuknya susunan kabinet baru dalam sidang kabinet yang dilakukan di Istana Bogor.

Dilansir, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional (1986), Kabinet baru bentukan Presiden Sukarno itu kemudian dikenal dengan sebutan kabinet seratus menteri atau Kabinet Dwikora II yang berisikan 132 pejabat menteri dan pembantu Presiden setingkat menteri.

Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 38 tahun 1966 kemudian Kabinet Dwikora II dibentuk dan reshuffle kabinet tersebut di umumkan pada tanggal 21 Februari 1966. Tanggal 24 Februari 1966, bertepatan dengan pelantikan Kabinet Dwikora II massa gabungan KAMI dan beberapa rombongan yang lain serta dukungan dari pasukan tidak dikenal melakukan demonstrasi besar-besaran.

Massa demonstran berusaha menghambat jalannya pelantikan Kabinet Dwikora II. Namun pemblokiran yang dilakukan massa aksi demonstrasi TRITURA tersebut gagal dikarenakan banyak calon menteri-menteri yang dilantik masih bisa menuju ke Istana Negara.

Demonstrasi tanggal 24 Februari 1966 ini kemudian berjalan semakin memanas ketika kerumunan massa mahasiswa semakin banyak dan mulai mendekati Istana Negara. Dengan adanya tembakan yang menewaskan dua korban meninggal yakni Arif Rahman Hakim mahasiswa kedokteran UI dan Zubaedah siswi SMA.

Segala gejolak keadaan sosial politik hingga lahirnya TRITURA hingga kemudian perginya Presiden Sukarno dari sidang kabinet di tanggal 11 Maret 1966 tersebut akhirnya berujung pada peralihan kekuasaan Orde Lama pimpinan Presiden Sukarno ke tangan Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....