Penghargaan Nobel, Sejarah dan Relevansinya bagi Kemanusiaan

  • 16 Okt 2024 12:16 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Salah satu penghargaan besar dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemanusian terangkum dalam Penghargaan Nobel. Sejak 1901, Penghargaan Nobel mengapresiasi atas setiap usaha individu maupun kelompok di seluruh dunia.

Usaha tersebut masuk ke dalam pengembangan di bidang fisika, kimia, fisiologi atau kedokteran, sastra, dan upaya dalam mewujudkan perdamaian. Merujuk laman Nobel Prize, penghargaan ini bermula dari surat wasiat dari seorang penemu, teknisi, kimiawan, penulis dan pengusaha yang bernama Alfred Nobel.

Dalam surat wasiatnya, Nobel menulis bahwa kekayaan yang dimilikinya akan diberikan kepada siapa pun yang memiliki kontribusi kepada kemanusiaan. Penghargaan ini sangat dikenal di seluruh dunia dan menjadi rujukan penghargaan dalam usaha-usaha untuk menjaga kemanusiaan.

Baik dalam bentuk penemuan IPTEK yang terbukti bermanfaat, usaha dalam menjaga perdamaian, dan mendorong sastra agar berdampak bagi manusia. Beberapa penemuan, usaha perdamaian, dan karya sastra telah diganjar oleh Penghargaan Nobel.

Antara lain, pengembangan baterai litium oleh John B. Goodenough di tahun 2018. Perjuangan yang dilakukan Malala Yousafzai dalam melawan penindasan bagi anak untuk mendapatkan pendidikan yang diganjar Nobel Perdamaian di tahun 2014.

Di bidang sastra, sastrawan dari Korea Selatan, Han Kang mendapat penghargaan bergengsi ini di tahun 2024 atas karya sastranya yang mendalam dan reflektif tentang trauma manusia. Alfred Nobel dikenal sebagai penemu hak paten dalam pembuatan dinamit. Pria yang lahir pada 21 Oktober 1833 di Swedia ini juga diketahui memiliki kemampuan berbicara dalam lima bahasa di usia 17 tahun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....