Indonesia Borong Emas pada World Climbing Series Chamonix 2026

  • 15 Jul 2026 14:21 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Tim panjat tebing Indonesia kembali mengukir prestasi membanggakan pada ajang World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis. Kontingen Merah Putih berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak dari nomor speed. Capaian tersebut semakin mempertegas dominasi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama panjat tebing dunia.

Keberhasilan Indonesia hadir melalui persaingan ketat yang berlangsung sepanjang rangkaian pertandingan di Chamonix selama tiga hari. Ajang bergengsi tersebut mempertemukan atlet-atlet terbaik dunia untuk memperebutkan gelar pada setiap nomor perlombaan. Indonesia kembali menunjukkan konsistensi performa melalui penampilan impresif para atletnya di sektor putra maupun putri.

Pada nomor speed putra, Veddriq Leonardo tampil sebagai juara setelah mengalahkan Antasyafi Robby Al Hilmi pada partai final. Hasil tersebut memastikan Indonesia meraih medali emas sekaligus medali perak dalam nomor yang sama. Keberhasilan dua atlet Indonesia mencapai partai puncak menunjukkan kedalaman kualitas pembinaan panjat tebing nasional.

Sementara itu, Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali menunjukkan performa terbaiknya pada nomor speed putri. Ia berhasil mengalahkan wakil Italia, Giulia Randi, dalam pertandingan final yang berlangsung sengit sepanjang perlombaan. Kemenangan tersebut mengantarkan Desak meraih medali emas kedua Indonesia pada seri Chamonix tahun ini.

Bagi Desak Made Rita Kusuma Dewi, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian istimewa dalam perjalanan karier internasionalnya. Gelar di Chamonix menjadi kemenangan beruntun setelah sebelumnya menjuarai World Climbing Series Kraków beberapa waktu lalu. Konsistensi tersebut memperlihatkan kemampuannya bersaing di level tertinggi panjat tebing dunia secara berkelanjutan.

Prestasi juga memiliki makna khusus bagi Veddriq Leonardo yang kembali berdiri di podium tertinggi kompetisi internasional bergengsi. Gelar tersebut menjadi kemenangan World Climbing Series pertamanya sejak meraih emas Olimpiade Paris 2024. Keberhasilan itu sekaligus menandai kembalinya Veddriq sebagai salah satu atlet speed terbaik dunia.

Raihan dua medali emas dan satu medali perak menjadi modal penting Indonesia menghadapi berbagai kejuaraan internasional berikutnya. Hasil tersebut memperlihatkan keberhasilan pembinaan atlet nasional yang mampu melahirkan prestasi secara konsisten di tingkat dunia. Dominasi Indonesia pada nomor speed juga semakin memperkuat reputasi sebagai salah satu negara unggulan cabang panjat tebing.

Prestasi yang diraih para atlet di Chamonix diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk menekuni olahraga panjat tebing. Keberhasilan tersebut membuktikan atlet Indonesia mampu bersaing dan mengalahkan pesaing terbaik dari berbagai negara. Dukungan berkelanjutan terhadap pembinaan atlet diharapkan mampu menjaga tradisi prestasi Indonesia pada kompetisi internasional mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....