SPPG Talaga Puncak Tidore Resmi Beroperasi, Layani 49 Penerima Manfaat
- 02 Okt 2026 16:43 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID,Tidore - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Talaga Puncak, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, resmi beroperasi, Jumat 2 Oktober 2026.
SPPG Talaga Puncak merupakan salah satu titik pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diprioritaskan untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Peresmian SPPG 3T tersebut dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur.
Peresmian dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Dr. Mariman Darto, Kepala BPMP Maluku Utara, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Koordinator Regional MBG Maluku Utara, Koordinator Wilayah MBG Kota Tidore, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah.
Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN Dr. Mariman Darto mengatakan, program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyaluran makanan, tetapi juga memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Kami prioritaskan di daerah 3T. Selain arahan Presiden dan Kepala Badan Gizi Nasional, kami menginginkan agar daerah-daerah potensial di 3T mendapatkan pelayanan ini,” kata Mariman.
Ia mengatakan, sebanyak 16 provinsi, 116 kabupaten/kota, dan 480 SPPG atau dapur MBG dibuka secara serentak. Penerima manfaat yang menjadi sasaran mencakup kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta para siswa.
Mariman menyebut SPPG Talaga Puncak memiliki jumlah penerima manfaat paling sedikit dibandingkan SPPG lainnya, yakni 49 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 18 siswa sekolah dasar, 11 guru, serta 20 penerima manfaat kelompok 3B yang mencakup ibu menyusui, ibu hamil, dan balita.
“SPPG ini nantinya harus bisa menjadi SPPG terbaik karena jaraknya dekat dengan sekolah, sehingga proses memasak dan distribusi MBG tetap terjaga,” ujarnya.
Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe mengatakan, pemenuhan gizi merupakan investasi untuk masa depan. Menurut dia, perbaikan gizi dan penurunan angka stunting menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Memperbaiki gizi adalah investasi masa depan. Mimpi besar Indonesia saat ini adalah bagaimana gizi diperbaiki, stunting diturunkan, bahkan pola hidup bergizi diberikan,” kata Sarbin. Ia mengakui pelaksanaan program MBG masih membutuhkan penguatan agar dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.
Sarbin mengatakan, cakupan penerima manfaat MBG di Maluku Utara saat ini belum mencapai 60 persen. “Yang diresmikan hari ini saja belum seluruhnya, apalagi yang di pulau-pulau. Ini baru satu dari sekian pulau. Ada 976 pulau di Maluku Utara,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta pengelolaan program MBG dilakukan oleh orang-orang yang jujur dan berintegritas agar pelaksanaannya tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan.
“MBG ini program yang luar biasa, maka butuh orang-orang jujur dan berintegritas yang harus mengelola ini, sehingga pelaksanaannya dapat maksimal, tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman berharap keberadaan SPPG Talaga Puncak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
Menurut dia, keberadaan SPPG tidak hanya dilihat dari pembangunan fasilitas, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang diterima masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada BGN dan jajarannya, juga kepada Pemerintah Pusat karena telah melakukan upaya terbaik sehingga menempatkan titik di salah satu dusun kami yang boleh dikatakan terpencil atau jauh jangkauannya dari wilayah kota,” ujar Ahmad.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan, fasilitas dapur SPPG Talaga Puncak cukup baik sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan secara optimal. Ahmad juga berharap usulan penambahan titik SPPG di wilayah Kota Tidore Kepulauan dapat mendapat respons dari BGN sehingga jangkauan program MBG semakin luas.
Menurut dia, jumlah penerima manfaat di Talaga Puncak yang hanya 49 orang tidak seharusnya menjadi ukuran utama keberhasilan program. “Jangan dilihat dari jumlahnya, karena masyarakat Indonesia perlu mendapatkan manfaat terbaik dalam pemenuhan gizinya,” katanya.
Ia berharap program MBG dapat berkontribusi terhadap penurunan angka stunting di Kota Tidore Kepulauan, sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan melahirkan generasi yang berkualitas untuk pembangunan daerah.(*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....