Bupati Sula Gelar Maulid Nabi Bersama Keluarga Besarnya di Taliabu
- 11 Sep 2026 15:12 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Sanana - Bupati Kepulauan Sula Fifian Adeningsi Mus menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung bersama keluarga besarnya di Kota Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu.
Peringatan Maulid menjadi momentum silaturahmi keluarga besar Kepulauan Sula dengan keluarga besar Pulau Taliabu. Kegiatan tersebut sekaligus mempererat persaudaraan dan kebersamaan antarkeluarga.
Acara tersebut dihadiri para imam desa, tokoh agama, serta pimpinan OPD Kepulauan Sula. Hadir pula Sekretaris Daerah, pimpinan OPD Pulau Taliabu, anggota DPRD kedua daerah, serta tamu lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Fifian Adeningsi Mus mengajak jamaah menjadikan Maulid sebagai momentum mensyukuri kelahiran Rasulullah. Ia juga mengajak masyarakat memuliakan Rasulullah melalui peringatan Maulid dan lantunan salawat.
“Momentum Maulid Nabi harus kita muliakan, rayakan dan syukuri. Saya yakin bahwa barang siapa yang merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW serta bersalawat kepadanya, kita pasti akan diberikan kemudahan oleh Sang Pencipta.” ucap Bupati Fifian, Jumat 11 September 2026.
Sementara itu, Ustaz Anwar Kuba dalam tausiyahnya menyampaikan Maulid merupakan agenda sarat keberkahan dan kemuliaan. Menurutnya, momentum tersebut semakin bermakna karena pelaksanaannya bertepatan dengan hari Jumat.
“Kita bersyukur di kesempatan yang berbahagia ini, di hari yang mubarokah, kita dapat berkumpul di sini,” ucapnya. Ia mengajak jamaah bersyukur karena dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk mengenang perjalanan Rasulullah.
Menurut Anwar, Maulid Nabi tidak seharusnya dimaknai sebatas perayaan tahunan dengan lantunan salawat. Kisah perjalanan Rasulullah juga sangat relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat menghadapi tantangan zaman.
Ia mengatakan nilai kehidupan yang diwariskan Rasulullah dapat menjadi pedoman dalam membangun keluarga harmonis. Nilai tersebut juga penting untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.
“Maulid adalah momentum refleksi, ajang untuk menggali lebih dalam nilai-nilai kehidupan yang diwariskan Rasulullah,” ujarnya. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, dapat menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi keluarga besar Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu. Peringatan Maulid juga menjadi ruang menguatkan nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....