Dinkes Tidore Perkuat Tata Kelola Program Kesehatan 2027

  • 27 Agt 2026 14:21 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tidore - Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, memperkuat tata kelola pembangunan kesehatan melalui workshop pendampingan tata kelola program kesehatan sebagai upaya memastikan program prioritas 2027 berjalan efektif dan efisien.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dengan Biro Perencanaan dan Penganggaran Kementerian Kesehatan serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga.

Workshop berlangsung di Room Meeting Penginapan Visal, Kelurahan Gamtufkange, Kota Tidore Kepulauan, Kamis 27 Agustus 2026.

Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) Bidang Administrasi Umum Kota Tidore Kepulauan Syofyan Saraha, Gemala Thamrin, Hanz Budi Setiawan Dandel dari Tim Kerja Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri, serta tim FKM Universitas Airlangga yang terdiri atas Nur Atika, Firman Suryadi Rahman, dan Nurul Fitriyah.

Usai mengikuti pemaparan materi, Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Kota Tidore Kepulauan Syofyan Saraha mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Menurut dia, kegiatan ini penting untuk menyelaraskan berbagai program yang nantinya ditetapkan sebagai prioritas pembangunan kesehatan.

"Workshop ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan program kesehatan, terutama dalam penyusunan Kerangka Acuan Kegiatan (KAK), sehingga program yang direncanakan pada 2027 dapat berjalan secara efektif dan efisien," kata Syofyan.

Ia berharap Dinas Kesehatan dapat menjadi contoh bagi organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya dalam menyusun program prioritas berbasis perencanaan yang jelas dan terukur.

"Kami sangat berharap ke depan Dinas Kesehatan akan menjadi acuan bagi OPD lain yang akan menyusun program prioritasnya. Setiap program yang disusun harus memiliki kerangka acuan sehingga permasalahan yang dihadapi dapat dijawab melalui program yang efektif," ujarnya.

Syofyan juga mengingatkan agar workshop tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Para peserta, kata dia, diharapkan mampu menerapkan materi yang diperoleh dalam proses perencanaan dan penyusunan KAK.

Ia menilai pemahaman tersebut penting agar program kesehatan yang dirancang benar-benar mampu menjawab berbagai persoalan kesehatan yang menjadi prioritas di Kota Tidore Kepulauan.

Workshop diikuti perwakilan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Sosial, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).

Selain itu, kegiatan tersebut diikuti sekretaris dinas, kepala bidang, tim perencanaan, penanggung jawab program kesehatan, serta para kepala puskesmas se-Kota Tidore Kepulauan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan berharap perencanaan program kesehatan ke depan semakin terarah, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan serta permasalahan kesehatan masyarakat.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....