Pemkab Halteng Perkuat Kolaborasi Pembinaan Industri Kecil Menengah Lintas Sekt
- 24 Jul 2026 19:40 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Weda - Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menggelar Sosialisasi Kolaborasi Pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM) Lintas Sektor dengan tema “Membangun IKM Tangguh, Halmahera Tengah Maju”, pada Kamis 23 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, atas nama pemerintah daerah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut yang menurutnya memiliki makna sangat penting bagi pembangunan daerah.
“Industri kecil menengah bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi merupakan bagian dari kekuatan masyarakat dalam membangun kemandirian, menciptakan lapangan kerja, serta mensejahterakan masyarakat,” ujar Ahlan.
Ahlan menegaskan, Halmahera Tengah memiliki sumber daya dan sumber usaha yang besar. Namun, potensi tersebut harus terus dikembangkan melalui peningkatan sumber daya manusia, inovasi produk, legalitas usaha, akses pembiayaan, serta pemasaran yang lebih luas. Pembinaan IKM tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi dan sosialisasi semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan, serta komitmen bersama untuk membantu IKM agar mampu tumbuh, berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing,” ucapnya.
Di hadapan panitia, Wakil Bupati meminta agar dua dinas terkait turut berkontribusi melalui kompetisi ide kebijakan yang menuangkan gagasan dan strategi dalam mewujudkan manfaat sosial dan ekonomi jangka panjang. Ia meminta 5 hingga 10 tim untuk mengikuti kompetisi tersebut, termasuk dari bagian ekonomi yang masing-masing tim terdiri dari 4 hingga 5 orang.
Sebagai tindak lanjut, pada tanggal 30 mendatang akan dilaksanakan rapat teknis bersama Kementerian PANRB terkait kompetisi ini. Ahlan menyebut, Halmahera Tengah menjadi satu-satunya daerah di Maluku Utara yang melaksanakan program semacam ini, sehingga ia meminta perhatian penuh dari dinas terkait agar dapat mengikutsertakan timnya secara maksimal.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Ahlan Djumadil berpesan kepada para pelaku IKM agar selalu berinovasi dan tidak takut untuk berkembang. Ia mengajak para pelaku usaha menjadikan tantangan sebagai peluang untuk belajar dan meningkatkan kualitas usaha. “Pemerintah tentunya akan terus berupaya memberikan dukungan, kewenangan, dan kemampuan yang dimiliki,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Halmahera Tengah, Ikbal Jafar, menyatakan bahwa IKM memiliki peran sangat penting dalam membangun perekonomian daerah. IKM tidak hanya berperan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan potensi ekonomi lokal serta peningkatan nilai tambah berbagai sumber daya yang dimiliki daerah.
Ikbal menjelaskan, Kabupaten Halmahera Tengah memiliki potensi sumber daya dan peluang ekonomi yang besar. Namun potensi tersebut perlu didukung oleh kemampuan pelaku usaha untuk mengelola usahanya secara lebih baik, inovatif, produktif, dan berkelanjutan.
“Dalam menghadapi perkembangan ekonomi dan persaingan yang semakin dinamis, pelaku IKM tidak cukup hanya memiliki produk. Pelaku usaha juga harus mampu meningkatkan kualitas produk, mengembangkan inovasi, memenuhi standar dan legalitas usaha, memperluas pemasaran, memanfaatkan teknologi digital, serta membangun jejaring dan kemitraan,” ujar Ikbal.
Berdasarkan evaluasi dan perencanaan pembangunan sektor perindustrian, Ikbal mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dijawab bersama, di antaranya keterbatasan kapasitas sumber daya manusia pelaku usaha, akses permodalan, penguatan sarana dan prasarana, pemasaran, pemenuhan standar mutu, serta kebutuhan akan pembinaan yang lebih terarah dan terintegrasi.
Oleh karena itu, ia menekankan pembinaan IKM tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, lembaga keuangan, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya.
“Kolaborasi ini harus dibangun bukan hanya dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi harus menghasilkan langkah nyata dan berkelanjutan. Mulai dari pendataan dan pemetaan pelaku IKM, peningkatan kapasitas dan keterampilan, pendampingan legalitas usaha, peningkatan mutu dan kemasan produk, akses pembiayaan, pengembangan pemasaran, hingga perluasan jejaring kemitraan,” kata Ikbal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....