PKK Tidore Dukung Edukasi Cinta Rupiah, Ajak Warga Kenali Uang Asli,Tolak Uang Palsu

  • 23 Jun 2026 15:22 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID,Tidore – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan sekaligus Pembina Posyandu Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, menghadiri kegiatan Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara bersama Komunitas Mama-Mama Peduli dan Cinta Uang Rupiah (GAMALAMA) di Aula Kantor Camat Tidore, Selasa, 23 Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Rahmawati didampingi Ketua II dan Ketua IV TP PKK Kota Tidore Kepulauan. Ia mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah guna mencegah peredaran dan penggunaan uang palsu.

"Kegiatan ini sangat penting karena memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara mengenali keaslian uang rupiah. Dengan pengetahuan tersebut, masyarakat diharapkan tidak mudah menjadi korban peredaran uang palsu," kata Rahmawati dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara yang terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat terkait penggunaan dan perlakuan yang baik terhadap mata uang rupiah.

Selain edukasi mengenai rupiah, kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh UPT Puskesmas Soasio. Menurut Rahmawati, kesehatan menjadi faktor penting yang harus mendapat perhatian masyarakat.

"Memiliki banyak uang tentu tidak akan berarti jika kondisi kesehatan tidak terjaga. Karena itu, kami mengajak masyarakat yang hadir untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang telah disediakan oleh tenaga kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Sirtalia J. Rando, mengatakan pihaknya memilih posyandu sebagai mitra pelaksanaan kegiatan karena memiliki jangkauan yang luas di tengah masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga yang berperan penting dalam lingkungan keluarga.

Menurut dia, edukasi yang diterima peserta diharapkan dapat diteruskan kepada anggota keluarga sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga dan menghormati rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

"Setelah mengikuti kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat menyampaikan kembali informasi yang diperoleh kepada keluarga di rumah. Rupiah harus diperlakukan dengan baik, tidak dilipat, dicoret, maupun dirusak karena merupakan simbol kedaulatan bangsa," katanya.

Sirtalia menambahkan, melalui kegiatan Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah bersama Komunitas GAMALAMA di Kecamatan Tidore, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai rupiah, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap mata uang nasional di lingkungan masing-masing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....