Pemkab Halteng Perkuat Monitoring Data untuk Tekan Stunting
- 19 Mei 2026 05:37 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Halteng -Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menggelar Bimtek Web Monitoring Stunting Aksi Bangda Tahun 2026 di Weda, Senin 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian penguatan komitmen daerah menciptakan generasi sehat, unggul, dan berkualitas pada masa mendatang.
Bimbingan teknis dibuka Asisten I Setda Halmahera Tengah, Lasamida Kurupunda, mewakili Bupati Halmahera Tengah. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan, perwakilan pemerintah provinsi, camat, serta operator data stunting seluruh Halteng.
Dalam sambutan tertulis yang diterima redaksi RRI, Selasa 19 Mei 2026, Bupati menegaskan percepatan penurunan prevalensi stunting merupakan program prioritas nasional saat ini. Menurutnya, seluruh elemen pemerintah daerah harus serius mengawal penanganan stunting secara berkelanjutan dan terintegrasi.
Bupati menjelaskan stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan kemampuan belajar. Persoalan tersebut bahkan dinilai berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan produktivitas ekonomi pada masa depan.
Ia menyebut kekurangan gizi pada balita dapat memengaruhi kemampuan mental dan perkembangan otak anak secara menyeluruh.
Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas pendidikan dan daya saing generasi muda pada masa mendatang.
“Stunting berkaitan dengan perkembangan otak anak dan memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Olehnya itu, penanganan stunting harus menjadi perhatian bersama seluruh pihak hingga tingkat desa dan kecamatan," kata Ikram Sangadji.
Bupati juga menjelaskan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan sektor kesehatan maupun sektor nonkesehatan secara bersamaan. Intervensi tersebut meliputi pelayanan kesehatan, sanitasi, akses air bersih, ketahanan pangan, serta edukasi keluarga berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting justru didominasi sektor nonkesehatan dengan kontribusi mencapai 70 persen secara keseluruhan. Karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai sangat penting mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting di daerah.
Bupati Ikram juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap 1000 Hari Pertama Kehidupan bagi pencegahan stunting anak. Masa tersebut dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun dan menjadi fase pertumbuhan paling menentukan.
Selain penguatan intervensi lapangan, Bupati menekankan pentingnya validitas data dalam pelaksanaan program stunting daerah. Data akurat dinilai menjadi fondasi utama mendukung perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pemerintah secara berkelanjutan.
Melalui bimtek tersebut, pemerintah daerah memperkuat kapasitas operator data dalam pengelolaan sistem monitoring Aksi Bangda.
Para peserta diminta memahami tata kelola data agar penyajian informasi berjalan tepat sasaran dan profesional.
“Data akurat akan memastikan program berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran bagi masyarakat,” kata Bupati menambahkan.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius serta memperkuat kolaborasi lintas sektor penanganan stunting, demi mewujudkan Halmahera Tengah yang sehat, maju, dan bebas stunting pada masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....