Rakor SMK Se-Malut 2026 Fokus Sinkronisasi Program dan Dunia Kerja

  • 12 Mei 2026 17:33 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara menggelar rapat koordinasi optimalisasi tata kelola dan sinkronisasi program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pendidikan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan dunia kerja dan ketahanan pangan daerah.

Kegiatan yang berlangsung pada 12–13 Mei 2026 di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Sofifi, itu dihadiri 63 kepala SMK negeri se-Maluku Utara dan dibuka Asisten I Sekretariat Daerah Maluku Utara, Kadri Laetje.

Dalam sambutannya, Kadri menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe untuk memperkuat sekolah kejuruan sebagai sektor strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil.

Menurutnya, SMK memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja lokal maupun global.

“SMK sebagai penopang ketahanan pangan. Lulusan SMK mendukung penyiapan tenaga kerja terampil untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja lokal dan global,” kata Kadri.

Ia juga mengapresiasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, yang menggagas program “SMK Menanam” sebagai bagian dari penguatan pendidikan berbasis produktivitas dan kemandirian sekolah.

Kadri menyebut program tersebut mulai menunjukkan hasil nyata dalam beberapa bulan terakhir. Salah satunya ditunjukkan oleh SMK Negeri 4 Tidore yang berhasil memanen sekitar dua ton jagung dari lahan seluas dua hektare.

“Ini adalah bukti bahwa SMK sebagai penopang ketahanan pangan bukan hanya narasi, tetapi sudah menghasilkan manfaat nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Makmur, menjelaskan rapat koordinasi tersebut difokuskan pada sejumlah agenda strategis untuk penguatan pendidikan vokasi di daerah.

Beberapa agenda utama yang dibahas meliputi verifikasi data dasar SMK sesuai kondisi satuan pendidikan, analisis perencanaan berbasis rapor pendidikan, penguatan kemitraan SMK sesuai potensi wilayah, pengembangan komunitas belajar guru produktif untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar kejuruan, hingga penggalian potensi dan pengembangan SMK di Maluku Utara.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Makmur berharap tata kelola SMK semakin adaptif terhadap kebutuhan industri, mampu meningkatkan kualitas lulusan, serta memperkuat kontribusi pendidikan vokasi terhadap pembangunan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....