Festival Tanjung Waka: Simbol Sinergi Budaya, Ekosistem, dan Ekonomi Kreatif
- 14 Des 2024 19:57 WIB
- Ternate
KBRN, Sanana: Festival Tanjung Waka 2024 tidak hanya mencetak sejarah baru dengan tarian Laka Baka yang memecahkan Rekor MURI, tetapi juga menjadi platform penting untuk mendorong pariwisata berbasis pelestarian ekosistem laut dan budaya lokal.
Mewakili Pj. Gubernur Maluku Utara, Nulaila Muhammad mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula dalam memadukan seni, lingkungan, dan ekonomi kreatif.
"Festival ini adalah langkah strategis dalam mempromosikan destinasi unggulan berbasis ekosistem dan budaya. Selain itu, ini menjadi ajang bagi industri kreatif di Maluku Utara untuk bersaing di pasar nasional dan internasional,” ujarnya.
Bupati Kepulauan Sula, Hj. Fifian Adeningsi Mus, juga menyoroti pentingnya pelestarian lingkungan dalam penyelenggaraan festival.
“Melalui event ini, kami ingin menciptakan kebiasaan sehari-hari untuk menjaga lingkungan hidup. Salah satunya dengan memanfaatkan material ramah lingkungan,” ucapnya.

Selain mempersembahkan tarian massal, festival ini juga berkontribusi pada pengembangan infrastruktur pariwisata. Pemerintah Daerah menerima sertifikat KEN dan bantuan fasilitas untuk dua destinasi wisata utama, Pantai Fatkauyon dan Pantai Pastina.
BACA JUGA: Tarian Laka Baka di Perairan Tanjung Waka Pecahkan Rekor MURI
Acara juga diisi dengan kunjungan tamu VVIP ke stand UMKM, menampilkan produk-produk lokal unggulan yang mencerminkan kekayaan alam dan budaya Kepulauan Sula.
Festival Tanjung Waka kini menjadi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Ini adalah komitmen nyata untuk melestarikan budaya, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, dan menjaga keseimbangan ekosistem demi masa depan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....