Guru Madrasah Harus Fokus pada Literasi Karya Ilmiah
- 04 Mar 2026 21:08 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Halmahera Utara – Di tengah gempuran arus digitalisasi yang menggeser minat baca generasi muda, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara mengambil langkah progresif. Melalui Workshop Menulis Anafora bertajuk "Merawat Bumi Menjaga Langit: Ekoteologi dari Timur Nusantara", para siswa madrasah dipersiapkan untuk memecahkan Rekor MURI dengan target 2.680 karya tulis.
Kegiatan yang merupakan inisiasi Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku Utara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Halmahera Utara, H. Abdurrahman M. Ali, bertempat di Aula MA Alkhairaat Tobelo, Selasa 3 Maret 2026.
Dalam arahannya, Abdurrahman M. Ali menyoroti fenomena ketergantungan siswa terhadap gawai (smartphone) yang berdampak pada menurunnya intensitas membaca buku fisik. Menurutnya, literasi bukan sekadar hobi, melainkan fondasi intelektual.
"Realitas hari ini, dengan adanya HP, siswa menjadi jarang membaca buku. Ini adalah tantangan besar bagi kita semua. Oleh karena itu, kita harus menciptakan program wajib membaca di setiap perpustakaan madrasah," ujar Abdurrahman, tegas.
Abdurrahman menambahkan, penguasaan teknik menulis anafora gaya bahasa yang menggunakan pengulangan kata di awal kalimat dengan tema ekoteologi merupakan langkah awal untuk melatih nalar kritis siswa terhadap lingkungan sekaligus memperkuat kemampuan akademis mereka.
Abdurrahman menekankan pentingnya peran guru sebagai motor penggerak literasi di lingkungan madrasah. Ia meminta para pendidik tidak lagi sekadar mengajar secara tekstual, namun beralih ke pendekatan literasi yang aplikatif.
"Bapak dan Ibu guru harus mendampingi siswa dengan mengubah pola mengajar. Porsi pelajaran harus lebih banyak diarahkan ke literasi. Berikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana menyusun karya tulis ilmiah sejak dini," ucapnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, siswa-siswi madrasah di Halmahera Utara tidak hanya sekadar berkontribusi dalam pencapaian angka 2.680 karya tulis untuk rekor MURI, tetapi juga memiliki bekal kemampuan riset dan penulisan ilmiah yang mumpuni di masa depan.