Polisi Selidiki Dugaan Serangan OTK di Trans Waleh

  • 07 Okt 2026 09:45 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Weda - Kepolisian menyelidiki dugaan serangan orang tidak dikenal (OTK) terhadap warga di kawasan Trans Waleh SP II, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Selasa, 6 Oktober 2026. Dalam kejadian tersebut, sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.

Peristiwa yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00 WIT itu bermula saat Saekoni (59) melihat sebuah busur panah menancap di atap rumahnya. Ia kemudian melihat sekitar 10 orang datang dari arah hutan dengan membawa busur dan anak panah.

Saekoni bersama istrinya, Siti Nurhayati (50), segera meninggalkan rumah untuk mencari tempat perlindungan. Warga lainnya, Abdul Qobir (50) dan istrinya, Siti Alfia (45), juga melarikan diri setelah melihat sejumlah orang yang diduga OTK bergerak menuju rumah Saekoni.

Akibat kejadian tersebut, rumah Saekoni dan sekitar empat rumah warga lainnya dilaporkan dimasuki. Sejumlah barang di dalam rumah ditemukan berantakan, kaca jendela pecah, dan beberapa pohon diduga dipotong serta barang yang dilaporkan hilang meliputi pakaian, beras, dan sejumlah uang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Weda Utara dan Pospol Weda Timur bersama pemerintah desa serta masyarakat mendatangi lokasi. Untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencari barang bukti, dan meminta keterangan korban maupun saksi.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan dua busur panah dan alat tajam yang terbuat dari bambu yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto mengatakan, kepolisian telah melakukan langkah awal untuk mengungkap peristiwa tersebut, termasuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari korban serta saksi.

“Masyarakat diminta tidak panik maupun mengambil tindakan sendiri apabila menemukan orang atau kelompok yang mencurigakan. Setiap informasi mengenai keberadaan OTK agar segera dilaporkan kepada aparat kepolisian atau pemerintah desa setempat sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujar Kapolres.

Polisi juga mengimbau warga di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan dan sementara waktu menghindari tinggal seorang diri di tempat yang dinilai rawan. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan. Sementara hingga kini, kepolisian masih melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan serangan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....