AKFEST Hadir di Ternate, Film Jadi Media Edukasi Anti Korupsi bagi Generasi Muda

  • 20 Apr 2026 12:20 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate — Upaya pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan kreatif seperti film. Hal ini mengemuka dalam Dialog Interaktif Ternate Pagi Ini di Sudio Pro1 RRI Ternate pada Sabtu, 18 April 2026. Dialog ini menghadirkan narasumber dari program Anti Corruption Film Festival (ACFFEST/AKFEST) serta Sineas lokal Maluku Utara.

Program Director AKFEST, Adi Setio Tantomo menjelaskan bahwa AKFEST merupakan inisiatif dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Anti Korupsi. Festival ini telah berjalan selama 12 tahun sebagai bagian dari strategi edukasi preventif kepada masyarakat.

“Pemberantasan korupsi tidak hanya dengan penindakan, tetapi juga melalui pendidikan dan peran serta masyarakat. Film menjadi media efektif untuk menyampaikan nilai-nilai integritas,” ujarnya.

Koordinator Program AKFEST, Adityya Budiman menambahkan, film dipilih karena mampu menyampaikan pesan tanpa terkesan menggurui dan dapat menjangkau berbagai kalangan. Menurutnya, terdapat sembilan nilai anti korupsi yang menjadi dasar dalam setiap karya film AKFEST, yakni:

Jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil dan kerja keras. Nilai-nilai tersebut dikemas dalam cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami masyarakat.

Sementara itu, Sineas Muda Ternate, Win Ilyas membagikan pengalamannya mengikuti AKFEST. Ia mengaku telah dua kali mengikuti kompetisi dan berhasil meraih penghargaan di tingkat nasional.

Win mengungkapkan, ketertarikannya pada film berawal sejak SMK jurusan multimedia hingga akhirnya terlibat dalam produksi film bertema anti korupsi. Salah satu karyanya mengangkat dampak sosial dari praktik korupsi, termasuk efek tidak langsung terhadap masyarakat.

“Film bisa menjadi cara untuk menyampaikan isu besar dengan pendekatan yang lebih dekat dan menyentuh. Tidak harus selalu tentang penangkapan koruptor, tapi bisa dari dampak yang dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya semangat bagi generasi muda untuk terus berkarya meski dengan keterbatasan fasilitas. “Jangan capek untuk belajar dan mencoba. AKFEST membuka banyak peluang bagi sineas muda, termasuk dari daerah,” katanya

Dalam dialog tersebut juga disampaikan bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Edukasi melalui film diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif, termasuk dalam memilih pemimpin yang berintegritas.

AKFEST 2026 sendiri telah membuka berbagai kategori lomba, mulai dari ide cerita, film pendek, hingga film pelajar dan vertikal. Masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk berpartisipasi dan menuangkan gagasan kreatif mereka.

Dengan mengusung tema “Dari Lensa Integritas Terjaga”, AKFEST diharapkan terus menjadi ruang lahirnya karya-karya inspiratif. Sekaligus memperkuat budaya anti korupsi di Indonesia, termasuk di Maluku Utara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....