Pendaki Cucumber Teman Alam Tanpa Pamrih

  • 14 Agt 2025 21:40 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Di tengah ramainya aktivitas pendakian, komunitas Pendaki Cucumber hadir sebagai sosok pendamping yang tidak hanya membantu para pendaki, tetapi juga menjaga kelestarian alam tanpa pamrih. Mereka mendaki bukan untuk mencari nama, apalagi bantuan dari pihak mana pun. Mereka hanya ingin satu hal: melihat pendaki lain tersenyum bahagia.

Komunitas ini belum terbentuk secara resmi namun dikenal karena dedikasi mereka dalam mendampingi pendaki pemula, mengedukasi tentang pentingnya persiapan, serta menjaga kebersihan dan keasrian jalur pendakian. Semuanya dilakukan secara sukarela.

"Kami nggak berharap apa-apa. Tidak minta bantuan dari siapa pun, termasuk pemerintah. Kami cuma suka lihat orang mendaki, terus senang wajahnya pas sampai puncak," ujar Fikri, salah satu pendaki senior di tamu kita pro4, Rabu (13/08/2025)

Selain menjadi teman perjalanan, mereka juga aktif mengingatkan sesama pendaki untuk membawa turun kembali sampah yang dibawa ke atas. Prinsip mereka sederhana namun kuat: apa yang dibawa naik, harus dibawa turun.

"Kalau kita mau alam tetap indah, ya kita harus jaga bareng-bareng. Jangan cuma datang untuk foto-foto, tapi tinggalkan sampah. Itu menyakitkan," kata Ical.

Komunitas ini juga percaya bahwa keindahan alam yang terjaga bisa membuat pengalaman mendaki jauh lebih berkesan.

"Gunung yang bersih itu bikin damai. Kami senang kalau lihat pendaki lain bahagia, bisa menikmati alam tanpa gangguan. Itu sudah cukup buat kami," kata Abaay.

Semangat tanpa pamrih inilah yang menjadikan Pendaki Cucumber bukan sekadar komunitas, tetapi penjaga senyap keindahan gunung. Tanpa mengharap balasan, mereka hadir karena cinta—pada alam, dan pada sesama manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....